MERESPONS bencana banjir yang terjadi di Desa Rotnama Kecamatan Mdona Hyera, Minggu (22/01), Pemerintah Daerah Maluku Barat Daya mengeluarkan dana bantuan sosial tidak terduga (BTT) untuk membantu korban bencana alam yang dialami 63 Kepala Keluarga dan 247 jiwa warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten MBD, James Likko, menegaskan, telah terjadi banjir di Desa Rotnama dan sesuai laporan dari pihak pemerintah desa, ada sejumlah kerusakan jalan maupun kerugian material masyarakat desa setempat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Polsek melalui Bhabinkamtibmas setempat dan mengambil beberapa langkah teknis dalam penanganan musibah yang terjadi”, ungkapnya.

Likko mengungkapkan, sesuai informasi yang diterima, banjir yang terjadi di Desa Rotnama akibat adanya hujan deras selama tiga hari tanpa henti sehingga meluap sungai kecil yang berada disekitar desa. Hal ini diperparah dengan tersumbat aliran sungai sehingga air meluap kemana-mana.

“Ada sungai kecil yang berada di sekitar desa dan meluap karena intensitas curah hujan yang tinggi. Juga adanya aliran sungai yang tertutup material tanah sehingga menghambat aliran air”, jelasnya.

Baca Juga: Pemkot-BPS Gelar FGD Data Statistik

Lebih lanjut Likko menjelas­kan, pihaknya telah berkoordinasi de­-ngan pihak perusahaan PT. Sinar Sama Sejati untuk dapat mem­bantu menormalisasi sungai ter­-se­but sehingga dapat mence­gah luapan air masuk ke dalam desa.

Selain itu, Pemerintah Daerah juga telah berkoordinasi dengan para pengusaha lokal di Kecamatan Mdona Hyera untuk segera membantu menyalurkan bantuan bahan pangan sehingga tidak mengalami keterlambatan penanganan korban bencana. Ini disebabkan karena permasalahan transportasi angkutan bantuan dan kondisi cuaca alam yang kurang bersahabat, mempengaruhi pendistribusian bantuan dari Tiakur, Ibukota Kabupaten MBD.

“Akibat banjir dan genangan air yang masuk di desa maka, hampir sebagian besar masyarakat desa mengalami kerugian. Banyak barang elektronik dan bahan makanan warga yang terendam air, maka perlu penanganan secepatnya,” ungkapnya.

Ia berharap, penanganan darurat pasca bencana banjir dapat segera direalisasikan dan masyarakat dapat kembali beraktifitas normal. (S-08)