AMBON, Siwalimanews – Walaupun gempa bumi yang melanda Kabupaten Maluku Tengah tremasuk Kota Ambon dan sekitarnya telah berlalu tiga tahun lalu, namun persoalan dampak bencana yang dirasakan oleh masyarakat belum terselesaikan hingga saat ini.

Masyarakat korban bencana masih mengeluhkan bantuan perumahan khususnya di Kabupaten Maluku Tengah yang belum juga dituntaskan oleh pemkab, akibatnya masyarakat belum dapat membangun rumah pasca bencana.

Anggota DPRD Provinsi Maluku dapil Kabupaten Maluku Tengah Ruslan Hurasan, mendesak Pemkab Malteng agar lebih serius untuk menyelesaikan korban terdampak gempa 2019, salah satunya di Desa Liang, Kecamatan Salahutu.

Pasalnya, dalam agenda resesnya di kecamatan ini, kerap kali masyarakat korban bencana menyampaikan keluhan yang sama, sebab mereka merasa diterlantarkan oleh Pemkab Malteng.

“Kami minta Pemkab Malteng untuk serius dalam penanganan warga terdampak gempa, menurut informasi dana bantuan tahap pertama sudah diterima, namun dana tahap kedua belum terealisasi hingga kini,” ujar Hurasan.

Baca Juga: Parade Budaya Awali Puncak HUT ke-19 Kabupaten SBB

Menurutnya, pendataan dari tim yang dibentuk oleh pemkab tela dilakukan, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjutnya, padahal anggaran telah ditransfer oleh pemerintah pusat ke masing-masing kabupaten terdampak.

Bahkan, masyarakat diminta pakai dana pribadi untuk memperbaiki, dengan ketentuan jika anggarannya cair, maka akan diganti oleh pemerintah, tetapi kebijakannya tidak masuk akal, sebab kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak memungkinkan.

“Prinsipnya pemkab harus menindaklanjuti keluhan masyarakat, jangan sampai mereka jadi korban di tanah sendiri,” tandas Hurasan.(S-20)