AMBON, Siwlaimanews – Gempa dengan maginitudo 5,6 skala richter yang mengguncang Pulau Damer, Sabtu (11/12) masih terjadi sampai dengan, Selasa (14/12).

Seperti yang dikutip dari website sinodegpm.org, guncangan itu berdampak serius pada tiga desa di Pulau tersebut yaitu, Desa Illih, Benar Timur dan Bebar Barat, yang adalah warga Jemaat Gereja Protestan Maluku.

Relawan Badan Penanggulangan Bencana di masing-masing jemaat telah melakukan langkah-langkah mitigatif, edukasi serta evakuasi, sementara pada saat awal terjadi gempa sampai hari ini, kewaspadaan warga terus digalakkan untuk bisa memahami tanda dan mencegah dampak terburuknya, sebab itu masyarakat untuk sementara bertahan di tenda-tenda yang dibangun secara mandiri di setiap jemaat.

Ketua Klasis GPM Damer, Pendeta Roby Mamuli memastikan, kesiapsiagaan relawan telah membantu proses-proses penanganan darurat secara mandiri.

Hal senada pula ditegaskan Ketua MPH Sinode GPM Pendeta ET Maspaitella, sebab pada tahun 2020 yang lalu, sinode telah melaksanakan pelatihan kapasitas relawan dan pengurangan resiko bencana di Damer, dengan tujuan agar disana ada lokal responder yang akan membentuk kesiapsiagaan masyarakat dan membantu penanganan darurat mandiri.

Baca Juga: Mailoa Apresiasi Kegiatan Mahasiswa KKN UKIM

Trauma Pada Anak-Anak

Masyarakat Pulau Damer memiliki beban trauma dengan bencana alam. Di pulau ini terdapat gunung api aktif, yaitu gunung Wurlaly, selain itu, efek gempa 2019 masih cukup dirasakan sampai saat ini, belum lagi bencana badai siklon di NTT dan gunung Semeru di Jawa Tengah.

Jadi beban trauma selain dipicu oleh faktor lokal tetapi juga faktor global lainnya. Anak-anak adalah kelompok yang rentan.

Ketua Majelis Jemaat GPM Bebar Timur Pendeta Eklin Amtor de Fretes, menuturkan, anak-anak memiliki rasa takut dan cemas yang tinggi, sehingga mereka tidak mau lepas dari pelukan orang tua.

“Sebagai Pendeta yang memiliki kemampuan ventilriloquist, dan selama ini menjadi salah satu pendongeng damai di Maluku, juga terlibat dalam psikososial Badan Penanggulangan Bencana GPM, maka puluhan anak di jemaatnya (Bebar Timur) dikumpulkan, guna melaksanakan teraphy psikososial,” ungkap Pendeta Eklin seperti yang dikutip dari sinodegpm.org.

Pendeta Eklin menjelaskan, ia melakukan proses itu untuk membantu anak mengendalikan rasa takut dan cemas. Dirinya juga bersyukur sebab anak-anak antuasias dan berharap dapat secara perlahan menurunkan tekanan bathin yang mereka rasakan.

Selain di Bebar Timur, Pendeta Eklin juga akan melakukan hal yang sama di Jemaat GPM Illih dan Bebar Barat pada hari-hari ke depan.

BPB GPM Dorong Sembako

Badan Penanggulangan Bencana GPM telah mengirimkan Sembako ke Damer dengan menumpang kapal laut pada, Selasa (14/12) malam.

Ketua BPB GPM, Melkianus Sairdekut, mengorganisir bantuan tersebut dan segera mengirimkannya. Adapun bantuan itu sifatnya untuk penanganan kedaruratan dan akan terus dikordinasi dengan MPH, dalam rangka penanganan kedaruratan dan pasca gempa/bencana sebagaimana SOP BPB GPM.

Bantuan-bantuan yang dikirim ini juga berasal dari Klasis Pulau Ambon Utara. Pihaknya akan terus memantau situasi di Damer dan segera mengambil langkah-langkah yang tepat. (S-45)