AMBON, Siwalimanews – Kementerian BUMN melalui PT Kimia Farma Diagnostika akan menggelar vaksinasi massal secara gratis di Provinsi Maluku.

Maluku dipilih sebagai salah satu provinsi yang mendapat bantuan vaksinasi gratis, dikarenakan provinsi ini masuk ketegori tingkat vaksinasi paling terendah secara nasional.

Untuk itu, PT Kimia Farma menjadi perpanjangan tangan dari Kementerian BUMN, akan meningkatkan partisipasi vaksinasi di Maluku, guna mencapai target nasional.

“Kami diamanahi Menteri BUMN, untuk percepatan vaksin didaerah yang pencapaian rendah dan kita putuskan di Maluku, karena di Maluku tingkat capaian vaksinasi Maluku jauh sangat tertinggal,” jelas Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Ardhy Nugrahanto, dalam keterangan persnya di Ambon, Rabu (15/12).

Awal pelaksaan vaksinasi massal tersebut kata Ardhy, PT Kimia Farma akan menyasar Kabupaten SBT selama dua hari, terhitung Kamis (16/12) hingga Jumat (17/12).

Baca Juga: Disperindag Pastikan Stok Sembako di Malteng Aman

Dalam kegiatan itu 20 ribu vaksin jenis Sinovac disediakan dengan target partsipasi 20 ribu warga SBT.

“30 sampai 50 ribu vaksin menjadi target kita, namun ada pembatasan aturan, kita bawa 20 ribu dengan harapa,n bisa terus bertambah secara bertahap sesuai animo masyarakat,” ujar Ardhy.

Tak hanya di SBT, PT Kimia Farma juga menargetkan seluruh kabupaten kota yang ada di Maluku, hanya saja kordinasi kepastian belum diberikan oleh pemkab melalui bupati.

“Kita koordinasi dan jalin kerjasama dengan pemda dan di respon oleh bupati SBT, tidak menutup kemungkinan di kabupaten lain tergantung respon dari pemdanya, karena kita perlu sesuaikan dengan jumlah atau target masyarakat yang akan divaksin, sebelum menyalurkan vaksin, karena kendalanya ditempat penyimpanan,” jelas Ardhy.

Ardhy berharap, dengan adanya bantuan vaksin ini, Maluku dapat keluar dari predikat tingkat capaian paling rendah secara nasional. (S-45)