AMBON, Siwalimanews – Pangdam XVI Pattimura, Mayjen Ruruh A. Setyawibawa memimpin langsung upacara peleton beranting dan penyerahan simbol Yudha Wastu Pramuka Jaya di Lapangan Benteng Amsterdam, Negeri Hila, Minggu (18/12).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-74 Infanteri yang jatuh setiap tanggal 19 Desember. Upacara diawali dengan pembacaan sejarah lintas peristiwa dilanjutkan penghormatan pasukan kepada inspektur upacara, kemudian penyerahan simbol Yudha Wastu Pramuka Jaya, dilanjutkan pembacaan amanat Jenderal Besar Soedirman dan ikrar Korps Infanteri.

Dalam amanatnya, Pangdam mengatakan kegiatan gerak jalan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya ini dilakukan sebagai tradisi prajurit Korps Infanteri untuk mengenang peristiwa 74 tahun silam.

“Perlu diingat satu peristiwa penting yang menjadi tonggak sejarah Korps Infanteri adalah peristiwa saat menghadapi Agresi Militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948,” terang pangdam.

Orang nomor satu di kodam pattimura mengaku dengan melaksanakan perang rakyat semesta dimana pasukan-pasukan yang hijrah melaksanakan aksi wingate (infiltrasi) dengan cara long march kembali ke wilayah masing-masing dan membentuk kantong-kantong kekuatan sebagai titik-titik kuat pertempuran gerilya.

Baca Juga: 600 Personel Gabungan akan Kawal Pemulangan Pengungsi Kariu

Dikatakan, Tradisi Korps Infanteri, pelaksanaan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya ini bertujuan untuk menyegarkan kembali jiwa korsa dan kebanggaan prajurit Infanteri sebagai pasukan terdepan dalam setiap pertempuran serta menanamkan nilai-nilai kejuangan, semangat pantang menyerah dan keteladanan Panglima Besar Jenderal Soedirman kepada generasi muda TNI AD.

“Pelihara semangat, kekompakan dan kerja sama yang baik. Jaga citra dan nama baik serta jati diri TNI dengan tidak bersikap dan bertindak yang dapat merusak citra TNI,” tegas pangdam.

Tidak hanya itu ia juga meminta agar memperhatikan dan perlakukan pembawaan simbol-simbol peleton Yudha Wastu Pramuka Jaya sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku serta serah terimakan kepada Peleton Beranting berikutnya, dalam keadaan aman, tertib dan lengkap.

Selanjutnya, Pangdam menyerahkan simbol Yudha Wastu Pramuka Jaya dan pada pukul 06.10 WIT.

Peserta Peleton beranting dilepas dari titik start Benteng Amsterdam Hila. Etape pertama bertempat di Dusun Mamua Negeri Hila dan finish di Desa Wakal, tepatnya di SDN 226 Maluku Tengah. Adapun etape kedua, dimulai pada Senin 19 Desember dari Desa Amahusu dan berakhir di Lapangan Merdeka.

Adapun satuan-satuan yang melaksanakan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya ini adalah Yonif Raider 733/ Masariku, Denzipur 5/ CMG, TNI AU, Brimob Polda Maluku dan Resimen Mahasiswa.

Bupati Lepas

Ditempat berbeda Penjabat Bupati Kepulauan Tanimbar Daniel indey ikut melepas  peleton beranting Yudha Pramuka etape pertama oleh peleton dari Yonif 734/ Sns, Minggu (17/12).

Pangdam XVI Pattimura, Mayjen Ruruh A. Setyawibawa dalam amanat yang dibacakan penjabat bupati Tanimbar mengatakan  kegiatan peleton beranting ini untuk mewujudkan jiwa korsa, semangat juang dan pantang menyerah dari prajurit prajurit infanteri dalam mengha­dapi segala bentuk medan dan cuaca manapun bertugas.

“Ini juga sebagai tolak ukur dari pembinaan satuan yakni kemampuan fisik prajurit Infanteri yang telah melaksanakan pembinaan di satuannya,” katanya.

Kegiatan peleton beranting Yudha wastu pramuka ini dilaksanakan oleh dua tim inti dari yonif 734/ Sns dan dua tim pendamping dari peleton gabungan kodim, Lanud, Lanal, polres dan Brimob Saumlaki. Sebagai mewujudkan rasa sinergitas di antara TNI-Polri di wilayah kepulauan Tanimbar.(S-26)