AMBON, Siwalimanews – Para pejuang Covid-19 seperti tenaga kesehatan atau nakes, tim Yustisi penegakan prokes, tim pemulasaraan jenasaz, tim pemakaman, anggota Satgas PPKM kecamatan dan negeri/desa/kelurahan menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Ambon.

Selain itu juga penghargaan diberikan kepada Forkopimda Kota Ambon, Korwil BIN Kota Ambon, manajemen dan staf beberapa rumah sakit, beberapa manajemen hotel, guest house, LPMP, Balai Diklat, Badan Diklat, Asrama Haji sebagai rumah sakit lapangan.

Selanjutnya tenaga relawan pada rumah sakit lapangan, epidemiolog, duta sosialisasi perubahan perilaku, pihak ketiga dan tenaga pengelola limbah B3, pihak laboratorium BTKLPP Kelas II Ambon, BPOM Ambon, Tagana, PKM dan PSM, penyedia material Bansos Misbar, kantor Kementerian Agama Kota Ambon dan para pemuka/tokoh agama Kota Ambon.

Penghargaan tersebut, tak diberikan secara serentak kepada 1.608 orang dan lembaga yang tercatat berdedikasi tinggi terhadap langkah pemutusan mata rantai Covid-19. Pemberian itu diawali dengan diberikan kepada 68 perwakilan.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy katakan, penghargaan diberikan kepada 1.608 pelayan kemanusiaan karena sejak pandemi menyebar di Kota Ambon pada Maret 2020 lalu, Pemerintah Kota Ambon mencurahkan perhatian penuh dalam penanganan Covid-19.

Baca Juga: Sogalrey: Pemkab Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas

Dikatakan, tidak dapat dipungkiri upaya memutus rantai Covid-19, Pemkot dibantu tim PSBB, TNI, Polri, dan relawan serta supporting system lainnya yang menjadi garda terdepan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan.

“Khusus para tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas, mereka bukan tanpa hambatan dan tantangan. Banyak penolakan, caci maki, fitnah serta tudingan miring’ harus diterima. Resiko terpapar Covid-19 juga harus diterima karena konsekuensi tugas itu,” ungkapnya.

Dirinya berterima kasih kepada tenaga kesehatan yang meski lelah dalam mengemban tugasnya? Namun tidak pernah menyerah. “Jika sebaliknya, pasti kota Ambon akan terpuruk atasi kondisi Pandemi Covid-19 saat ini,” jelasnya.

Atas kerja sama dan kerja keras semua elemen itu termasuk nakes, kata Walikota, Ambon semakin tangguh untuk keluar dari masa Pandemi Covid-19, baik secara sosial, politik, ekonomi maupun kesehatan. Dimana zona kota Ambon masih di kuning, dengan tingkat kasus melandai dan sembuh tinggi.

“Dan HUT ke-446 Kota Ambon pada 7 September mendatang harus jadi momentum balik terwujudnya Ambon Tangguh itu. Sehingga kita bisa segera hidup dan beraktivitas secara normal,” jelasnya. (S-52)