AMBON, Siwalimanews – Mereka yang sukses menyabet enam medali di PON XX Papua, harus terlantar saat tiba di Bandara Pattimura, Ambon. Jangan harap ada lautan massa menyambut mereka, bis yang mengangkut mereka juga terlambat datangnya.

Sungguh apes nasib tim dayung yang mengharumkan nama Maluku di PON XX Papua. Pasalnya kepulangan mereka ke Ambon, tak dijemput satupun pejabat KONI maupun pejabat Pemprov Maluku.

Rombongan atlet, pelatih, teknisi yang berjumlah 19 orang tersebut harus memendam kecewa, lantaran saat keluar dari ruangan kedatangan, tak ada satupun jemputan dari orang KONI atau Pemprov Maluku. Bahkan bis angkutan pun belum ada yang datang.

Kekecewaan itu lalu ditumpahkan Chelsea Corputty pada laman facebooknya. Sontak unggahan pedayung putri peraih medali emas pertama untuk kontingen Maluku ini viral dan mendapat tanggapan beragam dari nitizen.

“Adooo kasihan e. Masing-masing pulang naik ojek jua kapa. Su lelah, su lapar lai,” ujar Chelsea dalam video tersebut.
Dalam video berdurasi 8 menit 41 detik itu, Chelsea juga menandai Ketua PODSI Maluku Anos Yermias.

Baca Juga: Skema Pembiayaan Konsultan Ambon New Port Gunakan KPBU

Para atlet dalam video itu mengungkapkan kekesalan mereka dengan mengatakan, tim dayung Maluku sudah buat yang terbaik namun diterlantarkan, berikut ungkapan para atlet dalam video tersebut  dengan menggunakan dialeg Ambon yang kental.

“Atlet dayung terlantar gais, Kotang pulang dari PON bawa 6 medali tapi diterlantarkan, hayo kasiangeee Maluku eeee.

Dalam video itu Chelsea juga sempat memanggil nama rekannya yang juga meraih emas, La Memo. Menurut Chelsea, La Memo dan rekan-rekannya yang lain juga harus pulang sendiri-sendiri.

“Memo pulang, ka Osi cari jalan sandiri. Sampe sini katong seng dapat jemput,” keluh Chelsea.

Anos Yermias kepada Siwalimanews melalui telepon selulernya, Rabu (13/10) enggan mengomentari viralnya video atlit dayung Maluku.

No Comment, semua sudah terjadi,” tandas Anggota DPRD Maluku ini.

Satu jam menunggu di bandara, rombongan dayung itu akhirnya dijemput tiga bis milik Panca Karya. Tidak ada penjemput dari KONI atau Pemprov, hanya tiga sopir bis tersebut.

Rombongan kemudian diantar ke Asrama Haji, di kawasan Waiheru untuk pemeriksaan kesehatan mereka terkait Covid 19.

Tiba di Asrama Haji, satgas Covid di Wisma Haji kaget kedatangan tim dayung. Menurut mereka belum ada kordinasi dan pemberitahuan dari Pemprov. Akibat tidak adanya koordinasi, tim dayung kemudian pulang ke rumah masing-masing.

Nitizen yang kecewa, lalu melontarkan beragam komentarnya. “Lain kali sg ush iko bkng cape, cb waktu itu trma tawaran papua cesa su dpt 1,650miliar. Maluku kpn atlet diperhatikn,” tulis Nitha Corputty.

Nitizen lain, Latuconsina Mo menulis, “Barang2 Manta abisss memang dari kapala aer sampe kaki aer musti dievaluasi.”

“Woe Gubernur…dengar itu…biking jumpa pers,” tulis Novy Kiriwenno.

Sementara itu Philip William menulis, “Sio ade2 tahan2 hati juaeee….ampunilah mereka krn mereka tdk tau apa yg mereka perbuat.”

“Bgmn maluku mau maju kaya bgtu .sioooo …tolong pak gubernur perhatiannya buat ade ade,anak anak kita yg berjuang buat nama malauku,yg bawa pulang medali saja bgtu apalagi seng bawa medali..siooo,” tulis Petrus Marcus Pelupessy.

Dikecam

Sikap Pemerintah Provinsi Maluku yang tidak menjemput para atlet yang telah mengharumkan nama daerah di PON XX Papua, dikecam Sekretaris Komisi IV DPRD Maluku Justina Renyaan. “Sebagai Komisi yang membidangi olahraga, kami pertanyakan sikap Pemprov Maluku sehingga tidak ada yang menjemput kepulangan para atlet. Kita terus terang sangat kecewa,” tandas Renyaan.

Menurutnya, walaupun kedatangan para atlet bertepatan dengan kunjungan Wakil Presiden Ma’aruf Amin, namun Pemprov Maluku juga harus memprioritaskan para atlet yang telah bertanding dan menyumbang medali bagi Maluku pada PON XX Papua.

“Dari kemarin sudah ada informasi kedatangan para atlet dan itu bisa diatur, apalagi para atlet ini juga penting bagi Maluku,” tegasnya. (S-50)