AMBON, Siwalimanews – Anggota DPRD Provinsi Maluku daerah pemilihan Kabupaten Seram Bagian (SBT), Fauzan Alkatiri meminta pemerintah daerah untuk memperhatikan kondisi lautan ketika hendak membangun talud penahan ombak di wilayah Kabupaten SBT.

Hal ini ditegaskan Alkatiri merespon kondisi kerusakan talud penahan ombak pada beberapa daerah pesisir laut di Kabupaten SBT.

“Selaku anggota dewan, kami minta kepada pemerintah maupun balai wilayah sungai supaya kalau mau membangun talud penahan ombak itu harus perhatikan kondisi laut di SBT,” ujar Alkatiri.

Menurutnya, secara geografis letak Kabupaten SBT bersinggu­ngan langsung dengan tiga titik pertemuan laut besar yakni Laut Banda, Laut Arafura dan Laut Seram sehingga pada musim tertentu kondisi ekstrim pun terjadi.

Akibatnya pada beberapa kali proyek pembangunan talud penahan ombak yang dilakukan oleh pemerintah baik melalui Balai Wilayah Sungai maupun Dinas Pekerjaan Umum tidak bertahan lama. Misalnya yang terjadi diwilayah seperti di Kesui, Wakate, Siwalalat dan Werinama serta beberapa wilayah lainnya yang harus mengalami kerusakan pada talud penahan ombak.

Baca Juga: Rayakan Setahun ACOM di Jakarta, Ambon Kehilangan Identitas

Karena itu, Alkatiri mengambil kesimpulan jika kerusakan talud yang terjadi disebabkan proses perencanaan yang agak kurang matang dari pemerintah.

Alkatiri menjelaskan, kedepannya pemerintah baik melalui balai maupun PU harus melakukan perencanaan yang matang untuk mencegah terjadinya kerusakan takut yang berdampak pada tidak maksimalnya anggaran                    yang digelontorkan oleh  negara.

“Beta berharap kedepannya harus ada perencanaan yang matang dari pemerintah agar anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah dapat maksimal dirasakan dan bertahan lama,” tegasnya.

Selain itu, jika anggaran memungkinan untuk pembangunan maka sudah harus secepatnya semua talud yang rusak dikerjakan untuk mengantisipasi abrasi yang besar akibat arus ombak. (S-50)