AMBON, Siwalimanews – Memasuki usia ke-448 di tahun ini, maka  KNPI minta agar Pemkot Ambon pasca pandemi Covid-19, harus berbenah dan melakukan intrspeksi diri, bahwa Ambon hari ini punya icon yang cukup dikenal yakni Ambon kota musik, sehingga bagaiman dengan icon ini dapat berkontribusi secara ekonomi untuk mensejahterakan warga kota.

“Kemudian ada kurang lebih 7 atau 8 universitas di Kota Ambon yang setiap tahun lahirkan ribuan sarjana ini juga menjadi problem, sehingga harus menjadi perhatian, jangan sampai mereka jadi penyakit di masyarakat, dalam artian bahwa menjadi pengangguran dan sebagainya,” ucap Ketua KNPI Maluku Subhan Pattimahu kepada Siwalimanews di Ambon, Rabu (6/9).

Menurutnya, persoalan ini harus menjadi perhatian Pemkot Ambon. Selain itu, Ambon juga memiliki sejumlah objek wisata yang sangat bagus dan bisa dikembangkan, sehingga bisa memberikan kontribusi bagi kota ini.

Di HUT ke-448 ini, Kota Ambon hadir dengan tema Ambon Par Samua, tema ini biasa karena Indonesia juga memiliki moto berbeda-beda tetapi satu, dan Pancasila pada sila ke ketiga tentang persatuan Indonesia, maka Ambon untuk semua ini merupakan tema yang sederhana, namun ini merupakan kekuatan menyatu yang sangat kuat.

“Selain itu, masyarakat madani banyak yang berkumpul di pasar, dimana mereka membangun usaha dan semua itu untuk menunjang perekonomian Maluku dan kota ini. Untuk itu, masalah ini harus diselesaikan dan dicari solusi yang tepat, jangan sampai sesuai tema HUT kali ini, ada warga yang merasa seperti tikus yang masih di lumbung padi,” tandasnya.

Baca Juga: Eks Kades Kota Lama Divonis 4 Tahun Bui

Istilah itu yang harus dihindari, apalagi penjabat walikota hari ini adalah periode kedua kata Subhan, yang mana patut diapresiasi penilaian publik dan juga pemerintah pusat untuk mempertahankan seorang Bodewin Wattimena sebagai Penjabat Walikota Ambon.

Sehingga, diharapkan visi-visinya, baik pada periode pertama hingga ke dua ini, semua dapat berjalan dengan baik.

“Semua bisa diselesaikan hingga akhir masa jabatan dan dia pun dinilai bahwa kehadirannya untuk mengisi kekosongan pemerintahan yang bisa membina dan mengayomi, serta membangun kota Ambon semakin lebih baik. Karena itu, tema Ambon par samua berarti kemakmuran dan keadilan untuk semua,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PMII Kota Ambon Marwan Titahelu berharap, memasuku usia ke-448, pemerintah kota harus lebih dewasa dalam penataan kota lebih berkembang. Selain itu, pemkota juga dapat membuka sebanyak mungkin peluang lapangan pekerjaan serta memperhatikan sektor ekonomi dan menurunkan angka pengangguran sebisa mungkin.

“Masih banyak persoalan yang harus di selesaikan pemkot untuk mencapai kesejahteraan masyrakat yang berekonomi ideal. Pemerintah tidak boleh ada pada ruang-ruang eforia semata tanpa target dan tujuan. Beberapa tahun yang lalu kita baru saja bangkit dan saya pikir bahwa kita masih ada pada masa pemulihan ekonomi. Inilah yang harus menjadi titik fokus pemerintah kota,” ujarnya.

Pada HUT tahun ini lanjut dia, PMII berharap, pemkot dibawah kepemimpinan Bodewin Wattimena dapat semaksimal mungkin membawa perubahan besar kepada masyarakat dan juga pelayanan publik, walaupun visi dan misi belum semuanya terlaksana, karna carut marutnya pemerintahan dari masa kepemimpinan Ricard Laohenapess sampai ke Boedewin Wattimena.

“Selaku anak muda kota ambon kami dari PMII sangat mengapresiasi kinerja serta usaha penjabat walikota yang sudah bersungguh-sungguh untuk memperbaiki kota ini dari masa suram menuju Ambon yang terang dan kepada semua pihak, teruatama penjabat walikota serta semua yang terlibat dalam memajukan kota ini, entah itu dari segi ekonomi, lapangan kerja, pelayanan publik, kesehatan pendidikan dan lain sebagainya kami tetap memberikan dukungan dan support sebisa mungkin, karena Ambon Par Samua,” ucapnya.(S-25)