AMBON, Siwalimanews – Mahasiswa Unpatti khususnya angkatan 2014 yang terancam drop out (DO) lantaran masa studinya akan berakhir di bulan Agustus 2021 ini, boleh bernafas lega karena pihak Unpatti kembali memberikan kesempatan dengan menambah jatah satu semester.

Perpanjangan masa studi ini diberikan lantaran aktivitas akademik di kampus saat ini terkendala wabah virus corona.

“Mahasiswa angkatan 2014 kita akan tambahkan satu semester lagi sampai bulan Desember 2021. Ini sesuai dengan Surat Edaran dari Kemendikbud Nomor 302/E.E2/KR/2020 tentang Masa Belajar Penyelenggaraan Program Pendidikan pada tanggal 31 Maret yang menyatakan mekanisme pengaturan lebih lanjut akan diserahkan kepada pimpinan perguruan tinggi sesuai dengan kondisi dan situasi masing-masing,” ungkap Wakil Rektor Unpatti Bidang Akademik Fredrik Lewakabessy kepada wartawan di ruang Rektorat Unpatti.

Untuk itu kata Leiwakabessy, pihak Unpatti berupaya mencari para mahasiswa ini, agar segera menyelesaikan studi mereka yang diberi tambahan waktu satu semester.

Sementara untuk angkatan 2013, yang masa studinya telah berakhir pada Desember 2020, pihak Unpatti belum mengambil sikap untuk menentukan, berapa banyak yang akan di DO, sebab datanya ada pada program studi masing-masing jurusan.

Baca Juga: Program Rumah Miskin Harus Diprioritaskan ke Tenggara Raya

Hingga saat ini, terdapat 18.163 mahasiswa Unpatti yang non aktif terancam DO. Untuk itu, Unpatti akan melakukan verifikasi ulang data mahasiswa melalui 87 program studi yang ada, agar mahasiswa yang nonaktif bisa segera menyelesaikan studinya, sebelum batas waktu masa studi S1 yang ditetapkan oleh Kemendikbud yakni  7 tahun.

“Unpatti akan melakukan verifikasi terhadap 18.163 mahasiswa S1 non aktif yang terancam dikeluarkan, karena hampir melewati masa studi yang ditentukan oleh Kemendikbud,” ucapnya.

Saat ini kata Leiwakabessy, di Unnpatti terdapat 40.747 mahasiswa, namun hanya 22.584 mahasiswa berstatus aktif, sedangkan 18.163 berstatus non aktif yang tercatat di pangkalan data pendidikan tinggi per semester satu tahun akademik 2013.

22.584 mahasiswa dikatakan aktifm karena mereka tercatat membayar uang kuliah tunggal, kemudian mendaftarkan mata kuliah yang ditawarkan melalui KRS, mengikuti proses perkuliahan serta mendapatkan kartu hasil studi yang menunjukkan nilai mata kuliah yang diperoleh pada semester lalu.

Untuk itu, Unpatti akan terus berupaya agar mahasiswa tidak di DO, namun semuanya diatur dengan sistem, sehingga pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

“Segala upaya sudah dilakukan agar mahasiswa tidak DO, namun karena sistim pihaknya tidak bisa berbuat banyak, untuk itu saya berharap bagi seluruh mahasiswa untuk segera menyelesaikan studinya, termasuk kita mencari ke rumah-rumah mereka masing-masing,” cetusnya. (S-51)