AMBON, Siwalimanews – Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Bidang Kelembagaan Hatlis Stevano mengaku, dalam perjalanan riset indeks program siaran televisi yang dilakukan hampir  7 tahun lamanya, baru ditemukan hasil indeks terbaik adalah ditahun 2020.

“Dalam riset ini kami gunakan skala 4 angka untuk mengatakan yang paling baik, dimana angka 3 itu berkualitas, dan dari 15 lembaga penyiaran di Indonesia, 13 diantaranya secara agregat telah menunjukkan angka diatas 3, artinya bisa dikatakan sudah berkualitas,” ungkap Stevano kepada Siwalimanews, disela-sela FGD yang digelar FISIP Unpatti, di Swissbel-Hotel, Senin (31/5).

Dari riset itu kata Stevano, hanya dua televisi yang miliki indeks dibawa dua, dan ini menjadi catatan untuk mendapat koreksi dan pembinaan.

Bila berbicara tentang kualitas siaran televisi, terkadang juga berkaitan erat dengan selera masyarakat. Dimana untuk masyarakat yang tingkat pendidikannya lebih tinggi  miliki selera yang diinginkan adalah, top informasi, seperti top news atau talkshow, namun ada masyrakat juga yang membutuhkan hiburan.

“Tentu sangat berkaitan dengan selera. Dengan adanya kualitas inilah, yang nantinya KPI lakukan riset dengan salah satu dasarnya yakni undang-undang, dimana ada pengaturan pedoman perilaku penyiaran,” ujarnya.

Baca Juga: Kejati Tetapkan Empat Tersangka Korupsi Taman Kota Saumlaki

Ia berharap hasil dari riset ini, tidak hanya tersimpan dalam dokumen atau menjadi dokumen yang dilaporkan, namun hasil dari riset ini akan menjadi pemantik diskusi di ruang publik .

“Kami berharap, riset ini bisa diseminasi melalui serial atau diskusi secara terbuka kepada publik, sehingga FGD ini juga bisa diketahui khalayak ramai,” harapnya. (S-51)