AMBON, Siwalimanews – Jelang peringatan hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober nanti, Pemerintah Kota Ambon menggelar workshop peningkatan kapasitas bagi pemuda.

“Pemuda adalah generasi penerus bangsa. Kemajuan atau kehancuran bangsa ini tergantung pada pemuda sebagai agen perubahan,” ujar Kadis Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Richard Luhukay ketika membuka workshop yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Ambon, Kamis (21/9).

Dikatakan setiap perkembangan bangsa, khususnya kota ini, selalu ada kuala muda yang memberikan pikiran-pikiran positif untuk pembangunan.

Banyak terdapat organisasi pemuda yang menghimpun para remaja guna menyalurkan bakat dan minatnya, salah satu wadah organisasi pemuda pelopor.

Organisasi ini lanjutnya, berfungsi sebagai wahana memecahkan berbagai masalah terkait pembangunan paksa dan karakter bangsa, serta mengatasi masalah sosial lainnya.

Baca Juga: Mantan Ketua DPRD Maluku Tutup Usia

“Jadi kita berharap pemuda bisa tampil sebagai garda terdepan untuk memberikan kontribusi efektif, kreatif dan inovatif bagi kota ambon, pintanya.

Untuk itu manfaatkan workshop ini sebaik-baiknya sebagai ajang untuk dapat mengetahui hal-hal apa saja yang ingin diketahui.

Gelar Pelatihan Bela Negara

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya juga menggelar kegiatan bela negara dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober nanti.

“Menyongsong sumpah pemuda, kita akan lakukan kegiatan pembinaan bela negara yang melibatkan generasi muda di Kecamatan Kisar Selatan dan Kecamatan Kisar Utara yang ditangani oleh Kodim 1511 Pulau Moa,” kata ujar Kepala Kesbangpol MBD Ary Ezauw, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Kamis (21/9).

Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan agen-agen generasi muda yang dapat membantu pemerintah dan juga dapat menjadi informasi dan memotivasi.

“Karena itu mereka kita bina sebagai agen-agen dalam melestarikan nilai-nilai itu dan menjadi agen untuk menyampaikan hal-hal yang positif kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan bela negara ini, direncanakan akan berlangsung pada bulan Oktober 2023 mendatang di Wonreli sebelum hari Sumpah Pemuda.

Dalam pembinaan bela negara ini pula, akan dibina baik mental dan fisiknya. Dengan harapan agar generasi muda dapat menjadi agen yang selalu menyuarakan soal perdamaian dan toleransi. “Kami yakin mereka bisa menjadi agen-agen yang bisa membantu peme­-rintah,” pungkasnya. (S-25/S-28)