AMBON, Siwalimanews – Tim Lantamal IX Ambon kembali memberikan pelatihan pertolongan persalinan di alat transportasi laut dan evakuasi medis laut kepada Mahasiswa D-III Kebidanan, Stikes Maluku Husada bertempat di Dermaga Lantamal IX, Sabtu (4/11).

Pelatihan menolong persalinan di perahu karet ini siap menjadi Centre of Gravity pembelajaran kesehatan gugus pulau.

Dalam sambutannya Danlantamal IX Ambon brigjen (Mar) Said Latuconsina mengatakan bidan sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat memiliki peran yang sangat penting salah satunya adalah memberikan asuhan persalinan kepada ibu.

Menurutnya angka kematian ibu dan angka kematian bayi bukan hanya merupakan indikator kesehatan ibu dan anak, namun juga dapat menggambarkan tingkat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

“Tahun 2021 AKI di Maluku masih cukup tinggi sebesar 114/100.000 dengan jumlah 70 kasus kematian yang mana kasus kematian tersebut diantaranya dapat terjadi pada saat proses persalinan,” terangnya.

Baca Juga: Rapat Pansus Pasar Mardika Berakhir Ricuh

Olehnya itu bidan sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat memiliki peran yang sangat penting salah satunya adalah memberikan asuhan persalinan kepada ibu.

Proses persalinan sendiri merupakan proses alamiah yang akan terjadi pada seorang wanita yang sedang hamil. Namun, proses persalinan dapat terjadi kapanpun dan dimanapun tidak terkecuali di alat transportasi laut.

“Mengingat kondisi wilayah Maluku yang didominasi oleh perairan dan laut sehingga mobilitas antara pulau-pulau menggunakan transportasi laut,” jelasnya.

Kondisi ini lah yang mengharuskan bidan di Maluku agar selalu siap sedia dan tanggap dalam menghadapi situasi apapun.

“Tidak terkecuali saat dihadapkan dengan situasi persalinan di atas alat transportasi laut,” katanya.

Dalam rangka itu perlu peningkatan pengetahuan dan kemampuan terhadap mahasiswa kebidanan sebagai seorang calon bidan.

Olehnya dengan menggelar pelatihan pertolongan persalinan di perahu karet dan evakuasi medis laut dari Lantamal IX Ambon sangat penting sebagai bekal pengetahuan bagi mahasiswa.

“Nantinya mereka akan diajarkan bagaimana cara menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan persalinan maupun kesehatan lainnya,” terangnya.

Untuk itu orang nomor satu di Lantamal IX Ambon itu berharap kegiatan ini dapat meningkat kemampuan calon bidan di Maluku.

“Apabila nantinya dihadapkan dengan situasi tersebut dapat menerapkan pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan pada hari ini serta dapat menurunkan AKI pada akhirnya, tegasnya.

“Lantamal IX siap menjadi Centre of Gravity pembelajaran kesehatan kebaharian atau matra laut, tambahnya lagi. (Mg-3)