Lagi, Satu Pasien Positif Corona Meninggal

AMBON, Siwalimanews – Seorang pasien yang terkonfirmasi positif Virus Corona kembali meninggal dunia, Kamis (14/5).

Pasien kasus 34 berinisial AH berusia 59 tahun ini meninggal sekitar pukul 16.30 WIT di RSUD dr. M Haulussy.

“Dengan meninggalnya AH, maka jumlah pasien terkonfirmasi yang dinyatakan meninggal dunia menjadi 5 orang di Maluku,” ungkap Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (14/5) malam.

Sebelumnya, AH dihantar keluarga ke RSUD M. Haulussy pada 30 April 2020 dengan keluhan batuk dan sesak napas.  Setelah menjalani perawatan dan isolasi, ia meninggal dunia.

“Kami pemerintah dan gugus tugas Covid-19 Maluku menyampaikan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan,” kata Kasrul.

Kasrul memastikan almarhum akan dimakamkan di TPU milik Pemkot Ambon di Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon.

“Jadi kita sedang berkoordinasi dengan tim pemakaman dari Gugus Tugas Kota Ambon untuk proses pemakaman jenazah malam ini di TPU Desa Hunuth. Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan,” ujarnya.

Dimakamkan di Hunuth

AH yang adalah warga Desa Passo, Kecamatan Baguala ini dimakamkan di TPU Desa Hunuth dengan protokol Covid-19 sekitar pukul 21.45 WIT.

Jenazah almarhum diantar menggunakan ambulance oleh gugus tugas.

“Jadi almarhum AH kita makamkan dengan protokoler Covid-19,” ujar Kepala Bidang Kawasan Pemukiman Dinas PRKP Kota Ambon, Rustam Simanjuntak kepada Siwalima, tadi malam.

Dia menjelaskan, tim pemakaman terdiri dari PMI dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Ambon.

“Tugas PMI mulai dari kamar mayat sampai membawanya ke lokasi pemakaman dan kami di PRKP memakamkan dan menutup kuburan,” jelas Rustam.

Rustam menambahkan, pemakaman di malam hari tidak ada masalah, sebab pemkot telah memasang empat unit solar cell.

“Pemakaman dilakukan malam hari tidak masalah karena sudah ada penerangan,” ujarnya.

Empat Meninggal

Sebelumnya ada empat pasien kasus positif Covid-19 di Maluku meninggal dunia.

Mereka adalah pasien kasus 36 berinisial MCA, pasien kasus 24 inisial HT, pasien kasus 25 berinisial LS  dan pasien kasus 35 berinisial DAS.

MCA meninggal dunia pada 30 April dan dimakamkan di TPU Dusun Taeno, Desa Rumatiga, Kecamatan Teluk Ambon.

Kemudian disusul HT pada 3 Mei. Selanjutnya LS meninggal dunia pada 6 Mei. Keduanya dimakamkan di TPU Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon.

Sedangkan DAS, warga Waimital, Kabupaten SBB meninggal pada 7 Mei dan dimakamkan di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu.

ODP Turun dan PDP Bertambah

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Maluku, Meikyal Pontoh menjelaskan, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) menurun dan pasien dalam pengawasan  (PDP) di Maluku bertambah. “Jumlah ODP sampai dengan Kamis 14 Mei 2020 pukul 12.00 WIT sebanyak 53 orang,” ujar Pontoh.

Ia merincikan, jumlah ODP di Kota Ambon sebanyak Kota Ambon 52 orang, Kabupaten Buru Selatan 1 orang. Sedangkan OPD ada Rabu 13 pukul 12.00 WIT sebanyak 55 orang.

Sedangkan jumlah PDP sampai dengan Rabu 13 Mei 2020 pukul 12.00 WIT, sebanyak 24 orang. Jumlah itu terdiri dari Kota Ambon 14 orang, Kabupaten Maluku Tengah 5 orang, Kabupaten SBT 1 orang, Kabupaten Buru 3 orang dan Buru Selatan 1 orang. “Sebelumnya jumlah PDP di Maluku sebanyak 22 orang,” tandasnya.

6 Bulan Dipindahkan

Kondisi bayi 6 bulan yang turut terpapar Virus Corona semakin membaik. Bayi berinisial HP ini sudah dipindahkan dari RST Tingkat II dr. Latumeten ke Balai Diklat BPSDM Maluku. “Jadi karena kondisinya baik kita sudah pindahkan untuk menjalani perawasan di BPSDM,” kata Kasrul Selang.

HP dinyatakan positif Covid-19, bersama 11 orang lainnya sesuai hasil pemeriksaan swab dari BTKL-PP Ambon.

“Kita belum tahu pasien nomor 53 ini terpapar dari siapa, olehnya tracking untuk orang dekat sudah mulai dilakukan oleh teman-teman di gugus Kota Ambon,” jelas Kasrul.

Sampai dengan Rabu (13/5) jumlah kasus terkonfirmasi positif di Maluku sebanyak 62 kasus, dimana 17 pasien dinyatakan sembuh, 4 pasien meninggal dunia dan 41 masih dalam perawatan dan isolasi. (S-39)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *