AMBON, Siwalimanews – Kurikulum musik atau yang disebut dengan kurikulum muatan lokal wajib musik segera dilaunching dengan penggunaan alat musik lokal sebagai media ajarnya.

Hal tersebut diakui Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdindik) Kota Ambon, Maria Mailuhu. Menurutnya, terhitung  2021, kurikulum tersebut akan mulai dijalankan.

“Iya jadi tahun 2021 direncanakan kalau dikehendaki Tuhan itu proses pembelajaran muatan lokal wajib musik akan dilakukan di Kota Ambon,” tuturnya.

Mairuhu menuturkan, pihaknya mulai mempersiapkan kegiatan dimaksud terhitung sejak September 2019, yang mana akan di launching pada tanggal 30 Oktober tersebut.

“Tahapan tahapan sudah dilakukan dari September 2019 sampai besok akan di launching sekitar satu tahun. Nah itu akan kita jadikan untuk beberapa sekolah, untuk dilatih artinya semua pasti mengarah,  tapi nanti kita lebih fokus karena itu dia, pemberlakuannya itu bagi sekolah-sekilah yang harus memiliki alat musik,” jelas Kailuhu.

Baca Juga: Waspada Gelombang Tinggi Ancam Maluku

Alat musik yang dipersiapkan pun menurutnya merupakan alat musik etnik yang berasal dari kota yang memiliki jargon manise ini, dan juga beberapa musik moderen.

“Jadi ada beberapa peralatan yang kami siapkan masuknya nanti didalam muatan lokal itu ada totobuang, tifa, rebana, ada saxophone, ada suling bamboo ada lima jenis alat musik yang nantinya kita akan belanjakan lewat APBD dinas pendidikan,” jelas Mairuhu.

Mairuhu menambahkan, dengan minimnya dana yang dimiliki oleh dinas, untuk tahun percobaan pertama ini pihaknya akan belanjakan kepada beberapa sekolah dan sekolah tersebut yang akan dipantau jejak penguasaan terhadap media tersebut dan akan dikembangkan ke seluruh sekolah lain yang ada di Kota Ambon.

“kenapa kita hanya memakai beberapa sekolah sebagai sekolah ploting karena kita terbentur dengan anggaran. Nah kami berharap kalau itu dia jadi piloting, bagi satu Kota nah itu tahun depannya berikut, ya itu mungkin kita sudah pemberlakuannya secara menyeluruh tergantung kami punya peralatan. Karen kalau duhutung-hitung dengan dana bos dengan pembiayaan tidak mungkin,” ujarnya.

Ketika disinggung terkait dengn berapa jumlah yang dipersiapkan dan akan didanai oleh dinas, dirinya mengungkapkan ada 4 sekolah namun secara rinci dirinya enggan untuk memberitahukan.

“4 sekolah itu tingkatannya SD dam SMP. Sementara kami belum bisa menyatakan karena kami masih dalam taraf penjajakan, karena kami harus lihat prestasi dari sekolah-sekolah yang sudah memiliki alat musik,” (Mg-6)