AMBON, Siwalimanews – Setelah menjadi buah bibir di masyarakat, terkait dengan honor Satgas PON lebih besar ketimbang para atlet yang akan berlaga di PON XX di Papua, maka Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Maluku, akhirnya menaikan besaran honor para atlet dan pelatih.

Kepastian ini disampaikan Ketua KONI Maluku Toni Pariela, dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Provinsi Maluku di Baileo Karang Panjang, Senin (23/8).

Ia mengaku, kebijakan untuk menyesuaikan honor antara Satgas PON, atlet dan pelatih dilakukan, setelah terjadi polemik ditengah-tengah masyarakat akhir-akhir ini.

“Soal insentif, setelah kita rapat, kita putuskan untuk menyesuaikan keatas,” ungkap Pariela.

Keputusan ini kata Pariela, merupakan keputusan yang sulit, namun sesuai dengan dinamika kemasyarakatan, sebab jika menggunakan ukuran yang rasional, hal ini tentunya tidak wajar.

Baca Juga: Hehanussa Prihatin Kondisi Infrastruktur di Hukuanakecil

Apalagi, mereka yang duduk dalam Satgas PON XX merupakan orang-orang yang perlu dihargai, seperti dokter yang setiap hari memantau kondisi atlet.

“Mengapa perbedaan ada meski tidak besar, karena konsensi pertimbangan yang sama dengan empat tahun lalu, dimana ada dokter yang juga ikut memantau atlet,” tegasnya.

Setelah menjadi perbincangan hangat ditengah-tengah masyarakat kata Pariela, maka Koni Maluku memutuskan untuk menyamaratakan honor atlet dan pelatih yakni Rp 3.050.000.

Besaran honor ini, tentunya mengalami perubahan, dimana sebelumnya untuk satgas mendapatkan honor Rp 3.050.000, pelatih Rp 2.950.000 dan atlet sebesar Rp. 2.850.000.

Namun, dengan adanya penyesuaian honor yakni Rp 3.050.000, maka tidak ada lagi permasalahan berkaitan dengan besaran honor yang selama ini berkembang. (S-50)