Saumlaki, Siwalimanews – Thimotius Matruty (39) warga Desa Ilngei, Kecamatan Tanimbar Selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) nekat menggorok lehar Paulinus Yempory (63) yang adalah pemannya sendiri dengan pisau tipar, Kamis (28/5).

Tak lama setelah melakukan penganiayaan terhadap pamannya itu, pelaku kemudian sempat diamuk warga dikediamannya lantaran sempat melawan untuk diamankan oleh warga dan anggota Polsek Tanimbar Selatan.

Akibat diamuk massa pelaku mengalami luka robek pada kening bagian atas sebelah kiri, sementara korban mengalami luka sayat di leher sebelah kiri yang mengkibatkan pembuluh nadinya putus.

Informasi yang berhasil dihimpun Siwalimanews menyebutkan bahwa kejaidian ini berawal dimana pelaku selesai tipar di kebun kelapa miliknya (proses pengambilan bahan baku untuk miras jenis sopi-red), kemudian pulang dan singgah di rumah temannya Korneles Sasake.

“Pelaku selesai tipar sopi ini sebelum pulang ke rumah singgah di satu temannya untuk sama-sama minum minum sopi. Setelah selesai miras, pelaku kemudian berjalan pulang kerumahnya,” ujar sumber Siwalimnews di Mapolres KKT, Kamis (28/5).

Baca Juga: Polisi Amankan Pembacok Tambang Gunung Nona

Saat pulang ke rumah, ditengah perjalanan pelaku bertemu dengan korban yang juga baru pulang dari kebun. Melihat Pelaku sudah dalam keadaan mabuk, korban sebagai paman kandung pelaku ini, kemudian memarahinya, karena pelaku setiap hari komsumsi miras.

Karena merasa tidak terima dengan teguran pamannya ini, pelaku kemudian mencabut pisau yang dipakai untuk mengiris pucuk kelapa (tipar-red) dan menggorok leher pemannya. Melihat korban terjatuh, pelaku kemudian melarikan diri dari TKP.

Nyawa korban ini dapat tertolong lantaran sesaat setelah kejadian penganiayaan itu, cucu korban Aloysius Yempori (18) saat keluar dari rumahnya melihat korban berjalan sempoyongan dan berismbah darah menuju rumah.

“Awalnya cucu sang kakek ini sementara berada di rumah, namun saat itu ia keluar rumah untuk satu keperluan dan melihat kakenya berjalan sempoyongan dan bersimbah darah menuju rumah,” tuturnya.

Melihat, kakeknya seperti itu, ia langsung berlari menuju kakeknya dan mambantu kakeknya menuju rumah serta minta pertolongan warga untuk mengantar kakeknya ke RSUD Margretty Saumlaki.

“Cucu korban ini, tidak sempat melihat kejadian saat pelaku menggorok leher kakeknya,” ujar sumber itu.

Sementara itu, menurut keterangan dr Frenando Taberima yang menangani korban di RSUD Margaretty Saumlaki, bahwa korban mengalami luka sayat hingga putus pembuluh nadinya. Korban masih tertolong karena pihak RSUD akan menyambung nadi korban untuk menghentikan pendarahan.

“Saat ini korban masih sementara dalam keadaan baik, asalkan transfusi darah berjalan normal, harapan besar bisa tertolong,” ujar sumber itu mengikuti ucapan dr Taberima.(S-39)