AMBON, Siwalimanews – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku melalui Bidang Bimas Kristen menyelenggarakan dialog kerukunan intern umat Kristen.

Kegiatan yang dipusatkan di Golden Palace Hotel 8-10 Maret 2021 dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Jamaludin Bugis.

Kakanwil mengatakan, kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah NKRI, merupakan tanggung jawab semua warga negara dalam mewujudkan kehidupan yang saling menghormati dan menghargai antar sesama.

“Kerukunan beragama ditengah keanekaragaman budaya, merupakan aset dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia,” ujar Kakanwil dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut, Senin (8/3).

Negara yang multikultur kata Kakanwil, adalah negara yang memiliki wilayah geografis dan memiliki budaya yang berbeda-beda.

Baca Juga: Bendahara Desa Rumadurun Divonis 5 Tahun Penjara

Oleh sebab itu, Perbedaan bukanlah menjadi penghalang dalam memupuk kehidupan yang tolerans, harmonis secara internal maupun eksternal.

“Untuk itu, perlu sebuah pemahaman terhadap makna, peran dan fungsi sebagai umat beragama, yang hidup dalam bingkai NKRI untuk tetap bersatu dan rukun,” ucapnya.

Dalam situasi seperti ini menurutnya, peran pimpinan gereja atau tokoh agama sangat penting, sehingga dapat memberikan stimulasi bagi masyarakat untuk menjaga kerukunan dalam kehidupan sehari-hari dan terus meningkatkan keimanannya, sehingga tidak berujung pada keputusasaan.

“Sebagai pemimpin agama, harus jadi pimpinan agama yang terus menerus menjaga dan memperkokoh kerukunan umat beragama, sehingga dapat melahirkan kehidupan yang damai dan solidaritas yang tinggi antar umat beragama,” pintanya. (S-51)