Gubernur Maluku, Murad Ismail menginstruksikan seluruh bupati dan walikota se-Provinsi Maluku untuk menyusun kebijakan mitigasi bencana mengatasi fenomena badai La Nina.

Fenomena La Nina diperkirakan terjadi pada Desember 2020, Januari dan Februari 2021 dengan curah hujan yang bakal meningkat 40 persen dari tahun lalu.

La Nina adalah fenomena menurunnya permukaan air laut Samudera Pasifik, lebih rendah dari kawasan sekitarnya. Dampaknya ke Indonesia berupa intensitas hujan lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah wilayah yang berdampak fenomena La Nina antara lain, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Badai La Lina akan melewati wilayah Indonesia, dan Maluku salah satu provinsi terkena dampaknya.  Sejumlah daerah yang diperkirakan terdampak La Lina yakni, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual serta Kabupaten Buru.

Badan meteorologi dan Klimatologi (BMKG) mengingkatkan, Pemerintah daerah, kabupaten kota, Pemprov Maluku dan masyarakat untuk mewaspadai dampak badai La Nina yang diperkirakan akan terjadi di Maluku pada bulan November  hingga Februari 2021 mendatang.

Baca Juga: BMKG: Januari-November Terjadi 2.884 Kali Gempa

Dampak dari badai ini akan terjadi curah hujan yang cukup tinggi yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor. Angin kencang juga akan terjadi di hampir seluruh Maluku.

Kebijakan Gubernur Maluku dengan menginstruksikan bupati dan walikota menyusun langkah strategis mengantisipasi dampak fenomena La Nina merupakan langkah yang tepat.

Beberapa langkah yang musti jadi perhatian serius untuk dilakukan pemda yakni pertama, menyusun kebijakan mitigasi fenomena badai La Nina. Kedua, secepatnya pemda melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya pada wilayah-wilayah yang rawan bencana.

Ketiga, menyiapkan,.sarana dan prasarana bencana sehingga ketika kondisi itu terjadi pemda sudah siap dan tidak tinggal diam.

Keempat, menyiapkan lokasi pengungsian yang layak bagi korban bencana. Kelima setiap saat memberikan informasi tentang perkembangan dampak La Nina agar diketahui masyarakat serta keenam, membangun koordinasi lintas sektoral baik dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait, membangun sinergitas dengan seluruh pemda kabupaten/kota se-Maluku, tetapi juga TNI/Polri untuk turut bersama membantu pemda mengatasi dampak fenomena La Nina.

Beberapa langkah penting ini diharapkan bisa secepatnya ditangani dan disiapkan Pemprov Maluku maupun kabupaten/kota sehingga ketika bencana dampak La Nina menyerang Maluku, masyarakat Maluku sudah siap dan tidak takut. (*)