DOBO, Siwalimanews – Pemkab Kabupaten Aru kembali menutup sekolah SD dan SMP, serta mewajibkan seluruh siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar dari rumah.

Diliburkannya sekolah-sekolah di Aru, dikarenakan jumlah kasus pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten tersebut, terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Berdasarkan surat pemberitahuan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Aru yang copiannya diterima Siwalimanews, Senin (14/2) tertulis, terhitung tanggal 10 Februari 2022, seluruh SD hingga SMP diliburkan atau belajar dari rumah.

Surat yang ditujukan kepada semua kepala satuan pendidikan, PAUD, TK, SD, Mi, SMP/MTs, se-Kota Dobo dan sekitarnya ini dikeluarkan, dikarenakan lonjakan kasus terkonfermasi Covid-19 di Kota Dobo semakin tinggi, maka semua kegiatan pembelajaran dilaksanakan dari rumah sampai dengan waktu yang akan ditinjau kembali sesuai kondisi perkembangan di masyarakat.

Bagi guru dan siswa yang terkonfermasi positif Covid-19, agar diberikan waktu karantina mandiri yang cukup dan dibebaskan sementara dari proses belajar mengajar selama masa karantina.

Baca Juga: Walau Pandemi, Daya Beli Masyarakat Harus Terjaga

Sementara untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk SD/Mi tetap terus dilaksanakan sesuai jadwal yang disampaikan Puskesmas, yang akan diatur kedatangan siswa di sekolah untuk vaksin secara bergelombang oleh setiap kepsek.

Selama pemberlakuan belajar dari rumah, berbagai kondisi siswa dan guru khususnya tentang  vaksin dan terkonfermasi Covid-19 agar dipantau terus oleh kepsek dan tetap berkoordinasi dengan bidang masing-masing.

Untuk diketahui, berdasarkan data Satgas Covid Aru, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, sampai dengan, Senin (14/2) tercatat sebanyak 154 pasien. (S-11)