AMBON, Siwalimanews – Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang mengaku, sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan, Meykal Pontoh untuk segera mengambil sampel swab 16 tenaga medis Rumah Sakit Sumber Hidup atau GPM yang hasil rapid testnya reaktif.

“Saya sudah koordinasikan dengan kepala dinas kesehatan untuk segera dilakukan swab,” ujar Kasrul ketika dikonfirmasi wartawan di kantor DPRD Maluku, Jumat (26/6).

Kasrul mengaku, baru mendapatkan informasi terkait dengan keberadaan 16 tenaga medis di RS GPM yang hasil rapid test reaktif.

“Saya baru dapat kabar 16 tenaga medis tersebut, nanti kita swab,” ujarnya lagi.

Rapid Test Reaktif

Diberitakan sebelumnya, saat meninjau Rumah Sakit Sumber Hidup, tim pengawas Covid-19 DPRD Maluku mendapat penjelasan, kalau 16 tenaga medis diduga terpapar. Hasil rapid test, reaktif.

Ketua Sub Tim I Pengawas Covid-19 DPRD Maluku, Melkianus Sairdekut meminta Gugus Tugas Covid-19 untuk segera melakukan swab terhadap 16 tenaga medis itu.

“Kita minta pemerintah segera melakukan pengambilan swab terhadap 16 tenaga medis yang sudah dinyatakan reaktif sehingga bisa secepatnya tahu hasilnya,” kata Sairdekut kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, usai meninjau Rumah Sakit Sumber Hidup, Kamis (25/6).

Menurut Sairdekut, saat ini tenaga medis yang sudah dinyatakan reaktif, telah menjalani isolasi mandiri di rumah sakit.

“Jadi mereka sudah isolasi mandiri di rumah sakit sambil menunggu gugus tugas untuk pengambilan sampel spesimen,” terangnya.

Lanjutnya, pihak rumah sakit telah menyurati pemprov untuk melakukan pengambilan sampel swab. “Kalau sudah dilakukan pengambilan swab maka  bisa mengetahui hasilnya dan pelayanan tidak terganggu,” ujarnya.

Sairdekut telah mengingatkan kepada pihak rumah sakit, tenaga medis yang telah dinyatakan reaktif tidak boleh melayani pasien.

“Karena rapit test  mereka reaktif, maka mau tidak mau untuk sementara tidak boleh melayani pasien, harus menjalani isolasi. Sesuai mekanisme rumah sakit telah mengirim surat untuk mereka segera dilakukan pengambilan spesimen swab, namun sampai saat ini belum dilakukan,” jelasnya.

Dirinya juga menambahkan dari penjelasan direktur, rumah sakit yang dipimpinnya selama ini melayani pasien non Covid-19 atau pasien umum.

“Mereka hanya melayani pasien umum, namun untuk prosedur awal penanganan tetap mengikuti protokol Covid-19,” ujarnya.

Kendati tidak melayani pasien Covid-19, Sairdekut meminta perhatian pemerintah daerah terhadap RS Sumber Hidup.

“Siapapun yang dirawat di rumah sakit harus mengikuti rapit rest baru dilakukan penanganan pasien. Karena tenaga kesehatan juga merupakan bagian penting dari upaya untuk memutuskan mata rantai Covid-19,” tandasnya.

Sementara Direktur RS Sumber Hidup, Henny Tipka yang dihubungi, tidak menjawab telepon. (S-39)