AMBON, Siwalimanews – Pasca menjabat sebagai Kapolda Maluku Irjen Lotharia Latif, melakukan kunjungan silahturahmi ke tokoh-tokoh agama guna memperkuat sinergitas lintas sektor.

Dalam agenda kali ini, Kapolda mengunjungi sejumlah tokoh agama. Kunjungan itu dimulai dengan menemui Ketua NU Maluku, Karnusa Serang di Kantor NU, Kamis (13/1).

Pada kesempatan itu, Kapolda mengaku selama ini hubungan NU dengan Polri, khususnya Polda Maluku berjalan sangat baik, termasuk dalam menekan pandemi Covid-19, dan percepatan vaksinasi di Maluku.

“Saya sebagai warga baru kiranya ke depan ada kerjasama yang lebih baik, dalam berkomunikasi dan berkoordinasi menjaga Kamtibmas dan kemajuan di Maluku,” harapnya.

Polda Maluku kata Kapolda, selalu membuka diri dalam menerima masukan, saran maupun kritikan. Hal ini juga yang diharapkan Kapolri, bahwa Polri tidak boleh anti kritik dan harus menerima masukan dari masyarakat, agar kedepan menjadi lebih baik.

Baca Juga: Soplantila Dukung Vaksin bagi Anak 6 Tahun

Ia mengaku, karakteristik wilayah dan penduduk Maluku dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak jauh berbeda.

“Saya baru menjabat di Polda Maluku yang sebelumnya di Polda NTT, yang kita ketahui bersama karakteristik wilayah dan penduduknya tidak jauh berbeda,” ujar Kapolda.

Pada kesempatan itu, Ketua NU Karnusa Selang mengaku, dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan kegiatan pelantikan Ketua Umum NU wilayah Maluku yang baru. Untuk itu, ia meminta dukungan Polda Maluku dari segi keamanan.

Karnusa mengaku, selama ini pihaknya selalu berkoordinasi dengan TNI dan Polri dalam melaksanakan pembinaan kepada masyarakat. Pihaknya juga selalu menghimbau warga agar setiap menjalankan aktivitas agar senantiasa menggunakan protokol kesehatan. Ini dilakukan guna menekan angka perkembanganCcovid-19 di Maluku.

“Seperti diketahui, Ambon dengan beragam suku dan agama merupakan daerah pasca konflik 1999, yang mana telah mengalami perbaikan yang sangat jauh. Kondisi ini tidak terlepas dari peran TNI dan Polri dalam menjaga Kamtibmas. Kami harapkan kondisi ini dapat terus ditingkatkan dalam menjalin hubungan baik dan koordinasi ke depan,” pungkasnya.

Usai mengunjungi Ketua NU, Kapolda menlanjutkan kunjungannya dengan menemui Ketua Sinode GPM Pendeta Elifas Tomix Maspaitella.

Dalam kunjungan itu Kapolda mengatakan, silaturahmi dengan Ketua Sinode GPM u yang dilakukan bukan suatu hal yang baru bagi dirinya.

“Karena saya dilahirkan dari anggota keluarga TNI yang mana lingkungnya selalu beraktivitas dengan suasana keagamaan Kristiani, Saya berkewajiban untuk bersilaturahmi dengan Ketua GPM, yang mana merupakan salah satu pilar dalam mendukung toleransi beragama di Maluku,” ungkapnya.

Polda Maluku, lanjut Kapolda, selalu terbuka untuk kritikan, saran dan masukan dari masyarakat yang bersifat membangun. Ini dilakukan demi kepentingan organisasi, sebagaimana arahan Kapolri, bahwa Polri tidak boleh anti kritik dan selalu menerima masukan dari masyarakat.

“Representasi banyaknya anggota kami  dengan pelanggaran memang tidak sebanding, tetapi pelanggaran yang kecil ini yang harus diantisipasi, yang mana akan merusak institusi besar Polri, untuk itu diharapkan ke depan bisa ditingkatkan lagi hubungan kerjasama dalam bidang keagamaan dengan Polda Maluku,” pungkasnya.

Merespon peryataan Kapolda, Ketua Sinode Elifas Maspaitela mengatakan, hubungan antara Sinode GPM dengan Polda Maluku selama ini berjalan baik. Termasuk saat di massa pandemi ini, pihaknya dengan TNI dan Polri bersama dalam menekan angka penyebaran Covid-19.

“Kami juga bekerjasama dalam mempercepat pencapaian vaksinasi pada jemaat kami,” kata Elifas. (S-45)