AMBON, Siwalimanews – Kapolda Maluku, Irjen Lotharia Latif mengungkapkan, TNI dan Polri telah siap mengamankan pemilu serentak tahun 2024 mendatang.

Kapolda menyebutkan, sebanyak 5.316 personel gabungan dari satuan TNI, Polri dan Pemerintah Daerah dikerahkan untuk mengamankan Pemilu serentak 2024.

Hal ini diungkapkan Kapolda didampingi Kapok Sahli Pangdam XVI/Pattimura, Brigjen TNI Syaeful Mukti Ginanjar kepada wartawan di sela-sela kegiatan simulasi pengamanan pemilu 2024 di lapangan Letkol Chr Tahapary, Tantui, Selasa (17/10).
Kapolda mengaku, Maluku masuk dalam 10 provinsi yang menjadi perhatian dalam perhelatan pemilu 2024.

“Maluku di semester ketiga termasuk 10 provinsi yang juga perlu mendapatkan perhatian,” tutur orang nomor satu di Polda Maluku ini.
Menurutnya, apel gelar pasukan yang dilaksanakan secara serentak ini, prinsipnya, Polri dan TNI siap melaksanakan pengamanan pemilu, untuk membantu KPU dan Bawaslu dalam penyelenggaraan pemilu 2024.

“Kita di sini melibatkan kurang lebih 5.316 personil, nantinya sampai 2024 dan tentu kita akan mengikuti dinamika bagaimana di lapangan. Tapi pada prinsipnya kita sudah siap mengamankan pemilu,”tegasnya.

Baca Juga: Pelaku Usaha dan Masyarakat Diajarkan tak Korupsi

Untuk sistem pengamanan di lapangan, Kapolda mengaku pihaknya lebih intens berkoordinasi dengan KPU khususnya bagaimana pola pengamanan nanti.

“Tapi kita sudah melakukan rapat-rapat koordinasi, penghitungan sampai kemudian petugas yang ada di TPS dan sebagainya. Termasuk dengan teman-teman Bawaslu agar pelaksanaan pemilu ini berjalan sesuai dengan ketentuan dan norma hukum yang berlaku,” tuturnya.

Kapolda menghimbau masyarakat untuk bersama TNI, Polri dan Pemda agar menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, baik menjelang hingga berakhirnya pemilu serentak 2024.

“Saya kira apa yang disampaikan oleh pemerintah. Pemilu ini adalah pesta demokrasi. Pesta demokrasi ini harus hangat tetapi dengan suasana persaudaraan, suasana persatuan dan kesatuan, sesuai dengan tagline-nya bahwa pemilu ini sebagai sarana integrasi bangsa,”paparnya.

Kapolda menambahkan, TNI dan Polri akan berupaya untuk menjaga mengamankan agar pesta rakyat lima tahunan ini dapat menjadi pemilu yang aman, lancar, damai dan sukses. “Ini yang paling penting,” harapnya.
Kapolda mengaku pengalaman penyelenggaraan pemilu pernah dilalui, sehingga gambaran peraturan-peraturan sudah jelas diketahui.

“Kita sudah punya protap dan kita menghimbau kampanye ini tetap dengan santun, kita hindari juga isu-isu hoax, black campaigns, kalau ada informasi sharing dulu sebelum sharing berita-berita yang kita dapatkan, dan lebih bagus melakukan klarifikasi baik itu kepada KPU, Bawaslu atau kepada saya selaku penanggung jawab keamanan, apakah ada informasi ini benar atau hoax dan sebagainya,” pintanya

Apel Pasukan

Kepolisian Daerah Maluku melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Mantap Brata, Pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2023 – 2024.

Apel gelar pasukan yang berlangsung di lapangan Letkol Tahapary, Tantui, Selasa (17/10) dipimpin Kapolda Maluku, Irjen Lotharia Latif.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Forkopimda Maluku, Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Maluku, serta pimpinan kementerian/lembaga lainnya di Maluku.

Kapolda Maluku saat membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengharapkan, pemilu 2024 bisa terselenggara secara aman, damai dan lancar.

Seluruh komponen bangsa diminta untuk berpartisipasi penuh guna mensukseskan pemilu 2024. Terlebih lagi pada pemilu tahun ini memiliki kompleksitas tersendiri, karena dilaksanakan secara serentak dengan rentang waktu berdekatan, geografis yang beragam serta melibatkan jumlah pemilih besar.

“Guna mengamankan pemilu 2024 maka Polri didukung TNI, kementerian/lembaga, instansi terkait dan mitra kamtibmas lainnya menggelar operasi Mantap Brata tahun 2023-2024. Operasi ini dilaksanakan selama 222 hari sejak tanggal 19 Oktober 2023 sampai dengan 20 Oktober 2024 yang diikuti oleh 261.695 personil di seluruh Indonesia guna mengamankan seluruh tahapan pemilu,” ungkapnya.

Menurutnya, Polri juga telah membentuk pola pengamanan sistem wilayah bagi personel Korps Brimob dan Dalmas Nusantara. Korps Brimob Polri terbagi dalam empat wilayah, sedangkan untuk Dalmas Nusantara terbagi dalam 7 zonasi.

“Bukan itu saja, Polri juga menyiapkan 2000 personil Brimob serta 8.500 personil Dalmas Nusantara yang siap dimobilisasi kapanpun dan dimanapun ke seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

Sebagai dukungan terhadap operasi Mantap Brata, Polri juga menggelar operasi Nusantara cooling system tahun 2023-2024 untuk membangun narasi besar persatuan dan kesatuan, serta kemajuan bangsa di atas kepentingan kelompok.

Ini juga dilakukan guna mengantisipasi polarisasi akibat berita hoax, isu sara, propaganda dan black campaign yang dilengkapi dengan satgas anti money politik serta satgas pemilu damai.

“Sebagai pusat kendali koordinasi, komunikasi dan informasi atau K3I operasi ini akan didukung oleh command center di tingkat Mabes Polri sampai di Polda jajaran,” ujarnya.

Melalui dukungan sarpras modern dan berbagai fitur yang ada, diharapkan command center mampu mengintegrasikan data maupun informasi. Sehingga seluruh personil pengamanan di lapangan dapat terorganisir secara terpadu dari pusat hingga daerah.

“Operasi Mantap Brata 2024 tentunya diiringi dengan penguatan strategi publikasi publik untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, ikut berpartisipasi dalam menjaga stabilitas kamtibmas pada pemilu 2024, serta agar masyarakat mengetahui berbagai upaya pengamanan yang telah kita lakukan,” harapnya

Berdasarkan indeks kerawanan pemilu dari Bawaslu, terdapat 5 provinsi dan 85 kabupaten/kota berkategori kerawanan tinggi.
Sementara berdasarkan indeks kerawanan pemilu tahap 3 Polri terhadap 2 provinsi dan satu kabupaten kota berkategori sangat rawan.

“Bagi wilayah yang tergolong kerawanan tinggi dan sangat rawan, segera lakukan langkah antisipasi. Sedangkan wilayah lainnya jangan underestimate dengan tetap mempersiapkan pengamanan sebaik mungkin, terus lakukan mapping potensi konflik secara detail di wilayah masing-masing, dan selesaikan potensi konflik itu hingga ke akar masalah,” pintanya.

Kapolri menyampaikan, apabila terdapat konflik yang sudah mengganggu stabilitas Kamtibmas, pastikan pengerahan kekuatan dilakukan secara tepat sesuai SOP. Tentunya dengan memegang teguh asas proporsionalitas, legalitas, akuntabilitas, serta mesisitas.

“Khusus terkait bencana alam koordinasi dengan TNI, BNPB, BMKG, Basarnas dan stakeholder lainnya guna memetakan daerah rawan, sehingga bencana dapat dimitigasi. Siapkan pula rencana antisipasi bekerja sama dengan penyelenggara pemilu apabila nantinya terdapat situasi bencana alam di suatu daerah, seperti contohnya mempersiapkan fasilitas pencoblosan di lokasi pengungsian,” harapnya.

Disamping itu, Kapolda Maluku Lotharia Latif menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah berjalan baik selama ini dengan TNI maupun instasi terkait, dalam menjaga Maluku yang aman dan damai, khususnya menjelang pelaksanaan pemilu 2024. “Mari katong jaga bersama Maluku yang katong cintai ini biar selalu aman dan damai,” ajak Kapolda. (S-10)