DOBO, Siwalimanews – Bupati Aru, Johan Gonga meresmikan Kampung Bahari Nusantara (KBN) dan Rumah Pintar Bahari di Dusun Belakang Wamar Desa Durjela Kecamatan Pulau-Pulau Aru, di Dusun Belakang Mawar Desa Durjela, Rabu (8/9).

Dalam sambutannya, Gonga mengatakan, kegiatan ini merupakan Program Staf Umum Potensi Maritim (Spotmaral) yang dicanangkan Pimpinan TNI AL Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono dan saat ini TNI AL telah memiliki 1.757 desa binaan di seluruh pelosok nusantara.

Pencanangan Kampung Bahari Nusantara (KBN) ini memiliki lima klaster yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, pariwisata dan pertahanan sebagai bentuk komitmen peran TNI AL di daerah untuk membantu pemerintah daerah dalam mencerdaskan dan mensejahterakan masyarakat khususnya di masa pandemik Covid-19 serta meningkatkan wawasan kebangsaan dan jiwa nasionalisme,” ungkapnya.

Tidak kalah pentingnya pencanangan Kampung Bahari Nusantara didalamnya ada program rumah pintar bahari yang diharapkan meningkatkan minat baca dan minat belajar anak usia sekolah di Dusun Belakang Wamar apa lagi saat ini kegiatan belajar-mengajar di sekolah formil terbatas karena pandemik Covid-19,” tambah Bupati.

Dikatakan, mengenalkan pengetahuan kebaharian kepada masyarakat Aru sangatlah penting, kerena wilayah Kabupaten Aru merupakan daerah dengan luas kurang lebih 55.270.22 km dengan luas lautan adalah 48.843.45 atau 88.37 persen wilayah laut.

Baca Juga: Dishut Maluku Bersihkan Sampah di Kawasan Magrove

Kondisi tersebut menjadikan dusun belakang wamar sebagai desa binaan Lanal Aru agar keberlangsungan program Kampung Bahari Nusantara serta program kegiatan Rumah Pintar Bahari dapat tercapai,” paparnya.

Dijelaskan pula bahwa dengan adanya kampung bahari ini terwujudnya hubungan sosial antara Prajurit TNI AL dengan masyarakat Dusun Belakang Wamar dengan berbagai kegiatan sosial yang ada sebagai wujud kemanunggalan TNI bersama rakyat.

“Dengan adanya KBN dan Rumah Pintar Bahari ini agar terwujudnya sinergitas antara pemerintah daerah dengan TNI/TNI AL atau instansi terkait dalam melaksanakan pembangunan wilayah Aru baik infrastruktur maupun sumber daya manusia,”ungkap Gonga.

Dikatakan, kegiatan Kampung Bahari Nusantara ini tidak dapat dilaksanakan secara mandiri oleh TNI AL, namun diperlukan sinergitas dengan instansi pemerintah daerah maupun instansi lainnya guna mencapai hasil yang optmal.

“Karena itu membutuhkan gandeng tangan dan dukungan moril oleh semua pihak untuk tujuan yang lebih besar,” jelas Bupati Aru.

Dalam kegiatan tersebut, pemberian buku “Kembalikan Kejayaan Negeri Bahari” secara simbolis oleh Bupati kepada Komandan Lanal Aru. (S-25)