AMBON, Siwalimanews – DPRD Kota Ambon geram dengan kehadiran puluhan pedagang kaki lima (PKL) Pasar Mardika, padahal tidak di undang ke rapat koordinasi.

Rakor sedianya diagendakan hadir Ketua DPRD Elly Toisuta, didampingi dua Wakil Ketua, Geral Mailoa dan Rustam Latupono, hadir juga Penjabat Walikota, Bodewin Wattimena, Kapolresta Pulau Ambon dan Pp. Lease Kombes Raja Arthur L. Simamora, Disperindag, Dishub perwakilan PT. Bumi Perkasa Timur tanpa PKL di Ruang Paripurna Gedung Dewan, Belakang Soya, Senin (27/2) itu, nyaris ricuh.

Pantauan Siwalima, Sebagian pedagang yang turut masuk dalam ruang rapat. Tidak terima saat salah satu anggota Komisi III DPRD Ambon Ari Sahertian mempersoalkan kedatangan ratusan PKL yang diboyong APMA.

“Yang kita undang dalam rakor hanya APMA dan tidak ada pedagang,” kesalnya.

Olehnya kehadiran PKL didalam ruang rapat membuat dirinya menanyakan tujuan dihadirkan oleh APMA

Baca Juga: BKP-BTR dan Polda Maluku Jalin Kerjasama

“Yang diundang kan APMA, kenapa APMA memboyong semua pedagang yang notabennya adalah anggotanya di Pasar Mardika,” ucapnya.

Pernyataan Sahertian itu, tidak diterima pedagang hingga terjadi keributan dalam ruang rapat. Beberapa pedagang terlihat berdiri dari tempatnya dan beradu mulut dan hingga terjadi keributan yang kemudian lerai oleh petugas Satpol PP.

Walikota juga sempat melerai keributan dan meminta meminta agar pedagang untuk diam. Keributan akhirnya terkendali dan rapat kembali berlanjut.

Dalam kesempatan itu, Sahertian juga menyentil APMA soal ketentuan harga perlapak yang dipatok sebesar Rp9 juta. Menurutnya, dengan melihat materialnya, tidak mencapai angka demikian.

“Kami minta pemkot melalui tim mengkaji material yang digunakan dengan harga yang ditentukan pihak APMA terhadap pedagang.(S-25)