AMBON, Siwalimanews – Pengusaha Ferry Tanaya diperiksa penyidik Kejati Ma­luku sebagai saksi dugaan korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan PLTG di Namlea, Kabupaten Buru, Senin (12/10).

Tanaya datang bersama salah satu penasehat hu­kum­nya, Henry Lusikooy se­kitar pukul 09.00 WIT di Kantor Kejati Maluku. Sela­ma pemeriksaan ia dicecar 20 pertanyaan.

“Statusnya diperiksa se­bagai saksi,” kata Kasi Pen­kum dan Humas Kejati Malu­ku, Samy Sapulette kepada Siwalima.

Tanaya diperiksa pukul 10.00 hingga pukul 11.30 WIT, dan  dicecar puluhan per­tanyaan. Namun Sapu­lette enggan menjelaskan apa saja yang ditanyakan dalam pemeriksaan tersebut, dengan alasan sudah masuk ke materi perkara.

Sementara penasehat hukum Tanaya, Henry Lusikooy menjelas­kan, dalam pemeriksaan kurang lebih 1,5 jam itu, penyidik mena­nyakan hal yang sama seperti pemeriksaan sebelumnya.

Baca Juga: Walikota Beri Ruang, Warga Tunggu Polisi Usut Mark Up Gustu

“Tadi dia dicecar 20 pertanyaan. Pertanyaannya sama seperti sebelumnya menyangkut status tanah dan kerugian negara,” tutur Lusikooy saat ditemui di Penga­dilan Negeri Ambon.

Lusikooy mengatakan, pihaknya akan mengikuti semua proses hu­kum dari kejaksaan, dan belum me­nentukan langkah yang akan ditem­puh. “Kami mengikuti dulu se­mua proses hukum yang ada,” ujarnya.

Tak banyak keterangan yang di­sampaikan Lusikooy. Ia hanya me­nambahkan, perkara ini masih dalam proses. “Prosesnya masih berjalan,” tandasnya.

Kepala BPN Buru Saksi

Sebelumnnya jaksa memeriksa Kepala Badan Pertanahan Nasio­nal (BPN) Kabupaten Buru, Nurdin Karepesina sebagai saksi.

Nurdin Karepesina diperiksa di Kantor Kejari Buru Rabu (7/10) pukul 14.00 hingga 16.30 WIT dan dicecar puluhan pertanyaan.

“Ternyata dia kemarin sudah diperiksa usai kegiatan sebagai saksi perkara pengadaan tanah untuk pembangunan PLTG Nam­lea,” kata Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada Siwalima, Kamis (8/10).

Namun Sapulette enggan menjelaskan lebih lanjut terkait apa saja yang ditanyakan dalam pe­meriksaan tersebut, dengan ala­san sudah masuk materi perkara.

Sebelumnya juga belasan di­pe­riksa, pasca Kejati Maluku me­ner­bitkan surat perintah penyidikan baru.

Penyidik menerbitkan lagi sprin­dik baru, setelah hakim Penga­dilan Negeri Ambon Rahmat Se­lang mengabulkan permohonan pra­peradilan Ferry Tanaya, dan me­ng­gugurkan status tersangkanya.

Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) juga telah disampaikan kepada Tanaya pada  25 September 2020 lalu.

Sementara Eks Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Kabupa­ten Buru, Abdul Gafur Laitupa melalui tim kuasa hukumnya mencabut prape­radilan yang diajukan terhadap Kejati Maluku. Langkah ini diambil, setelah ke­jaksaan menerbitkan Surat Pe­rintah Penghentian Penyidikan (SP3) Abdul Gafur Laitupa dalam kasus yang sama. (Cr-1)