AMBON, Siwalimanews – Isu dugaan intervensi penguasa dalam Musda XI Himpunan Pe­ngusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail terbukti. M Azis Tunny yang diduga mendapatkan duku­ngan kuat dari orang nomor satu di Maluku ini akhirnya berhasil men­jadi Ketua BPD HIPMI Maluku periode 2021-2024, yang berlang­sung di Swiss Belhotel, Senin (15/11).

Azis terpilih setelah Calon Ketua Umum lainnya, Body Mailuhu me­nyatakan mengundurkan diri, padahal CEO Body’s Babershop  ini sebelumnya telah mendapatkan dukungan dari enam BPC.

Informasi yang dihimpun Siwa­lima, sehari sebelumnya Minggu (14/11) malam, BPP HIPMI mem­fasilitasi pertemuan antara Caketum Azis dan Calketum Body, di Swiss Belhotel, tepatnya di kamar milik Ketua BPP HIPMI, Mardani Ma­ming. Dan akhir dari pertemuan tersebut ada surat pernyataan yang ditandatangani bersama oleh Cal­ketum Body dan Calketum Azis diatas meterai 10 ribu, dengan isi pernyataan tersebut adalah Azis akan terpilih sebagai Ketua BPD sementara Body sebagai Sekum.

Ketua Steering Committe (SC) Musda XI BPD HIPMI Maluku, Jemmy Papilaja, yang dikonfirmasi mengaku adanya pertemuan terse­but Senin (14/11).

“Ia benar ada pertemuan tersebut yang difasilitasi oleh BPP, karena ada pertimbangan dari BPP apalagi suhu ini semakin lama semakin panas karena kita di HIPMI ini bertanding untuk disanding sehingga lewat kesepahaman itu maka tadi malam telah digagas konsensus bersama antara Azis dan Body dengan mempertimbangkan apa yang telah dikerjakan bersama oleh mereka berdua dengan teman-teman BPC karena proses yang sudah berjalan selama ini,” tandas Papilaja, kepada wartawan, di Swiss Belhotel.

Baca Juga: Vaksinasi Masyarakat Digelar Door to Door

Kesepahaman itu, kata dia, juga mempertimbangkan lebih khusus terkait dengan harkat dan martabat dari masing-masing sehingga Cal­ketum Body dengan berbesar hati menyatakan siap bergabung dengan Caketum Azis dengan distribusi peran dan fungsi yang dikerjakan bersama.

“BPP hanya memfasilitasi agar ada kesepahaman bersama karena me­mang selama ini ruang-ruang kontestasi di HIPMI itu, BPP meminta untuk lebih dimufakatkan apalagi jika ada indikasi terjadinya perpecahan di dalam BPD HIPMI,” cetusnya.

Dugaan intervensi dan dukungan Murad itu juga kuat saat diakui Azis. Kepada wartawan, Azis mengaku dukungan dan intervensi gubernur itu sudah ada sejak pra Musda.

“Kalaupun ada dukungan gubernur maupun siapapun maka itu adalah bagian dari dinamika pra Musda tetapi yang kita lakukan adalah cara-cara penyelesaian yang dilakukan secara HIPMI,” katanya, kepada wartawan, Senin (15/11).

Sementara itu, Body Mailuhu me­ngaku legowo memberikan duku­ngan kepada Azis karena jika men­jadi Ketua maka kedepan ditakutkan akan mengabaikan organisasi ini, karena saya akan lebih fokus ke luar daerah yaitu di Jakarta.

“Kalau saya akan ke Jakarta maka organisasi ini akan terbengkalai maka lebih baik kita memberikan kepada orang yang bisa mengelolanya di daerah dan saya menyambung antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” katanya.

Mantan Ketua BPD HIPMI Maluku, Jaqueline Sahetapy mengatakan, setelah tditetapkannya Azus Tuny sebagai Ketua BPD HIPMI dan Body Mailuhu sebagai Sekum maka diharapkan dengan adanya era kepemimpinan yang baru dapat bersinergi dengan pemerintah untuk bagaimana memulihkan perekonomian di Maluku dan dapat mengurangi angka pengangguran di Maluku.

“Tentunya lewat HIPMI sebagai garda terdepan di Maluku bisa bersama-sama membantu pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan di Maluku,” katanya, kepada wartawan.Dikatakan, saat ini dirinya menduduki jabatan BPP HIPMI tepatnya sebagai Ketua Kompartemen Bidang Penanaman Modal Dalam Negeri otomatis akan berhubungan dengan investasi sehingga apapun yang menjadi peluang investasi di Maluku akan siap dikawal.

Harus Konsisten

Ketua Umum BPP HIPMI Mardani Maming menitipkan beberapa pesan penting kepada BPD dan BPC HIPMI di Maluku. Bahwa jika ingin menjadi pengusaha sukses dan besar, konsistensi penting. Jika A katakan A, B katakan B, tidak boleh abu-abu.

“HIPMI dilahirkan dari berbagai warna, bukan satu warna. Maka perbedaan itu kekayaan. Tapi ketika bicara kepentingan HIPMI, harus jadi satu. Sesuai motto kita, bertanding untuk bersanding, harus diutamakan,” ungkap Maming, dalam sambutannyam saat membuka Musda XI BPD HIPMI Maluku, yang berlangsung di Swiss Belhotel, Senin (15/11).

Hadirnya HIPMI termasuk dirinya didalam yang bisa menjadi pengusaha besar usai lalui fase dari bawah, sebagai anak seorang kepala desa, menyiratkan makna bahwa anak muda di Maluku khususnya tidak boleh berpikir hanya jadi ASN, TNI/Polri.

“Kalau saya dan bang Bahlil Lahadalia (Menteri Investasi/Kepala BKPM RI-red yang juga mantan Ketum BPP HIPMI) punya kesempatan jadi pemimpin, pasti BPD dan BPC juga pasti bisa jadi pemimpin dan pengusaha besar nasional,” kata mantan Bupati Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan. (S-16)