AMBON, Siwalimanews – Menanggapi peristiwa yang terjadi di SD Xaverius Ambon, dimana salah satu orang tua siswa pada sekolah tersebut yang mengamuk lantaran anaknya di imunisasi oleh pihak sekolah, membuat Dinas Kesehatan Kota Ambon angkat bicara soal permasalahan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon Wendy Pelupessy kepada Siwalimanews menjelaskan, apa yang dilakukan pihak sekolah merupakan imunisasi rutin MR yang dilaksanakan setiap tahun, atau yang dikenal dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

“Ini imunisasi rutin setiap tahun, dan di sekolah-sekolah lain tidak ada masalah,” jelas Pelupessy melalui pesan WhatsApp, Jumat (29/9).

Pelupessy menegaskan, BIAS merupakan program nasional, yang tidak hanya pada anak usia sekolah, tetapi juga diberikan kepada bayi dan balita di setiap Posyandu.

“Jadi ini setiap tahun dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah disampaikan di sekolah, dan sosialisasi dilakukan sebelum imunisasi itu diberikan,” ungkap Pelupessy.

Baca Juga: Sikapi Peristiwa SD Xaverius, Walikota: Yang Disuntik Bukan Racun

Oleh sebab itu, peristiwa yang terjadi di SD Xaverius menjadi penting untuk kedepannya sosialisasi terkait program ini dilaksanakan.

“Hanya satu orang tua dari ribuan orang tua wali yang tidak mendukung progam pemerintah, yaitu BIAS. Padahal, orang tua anak itu adalah anggota polisi yang seharusnya mendukung program nasional,” ucap Pelupessy.

Pelupessy mengaku menyesali kejadian itu terjadi, namun berdasarkan informasi yang diperolehnya, bahwa peristiwa itu sudah dilaporkan ke Polresta Pulau Ambon.

“Informasinya guru-guru disana sudah melaporkan peristiwa itu ke Polresta Ambon,” ucap Pelupessy.(S-25)