AMBON, Siwalimanews – Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Ambon, Hamja Loilatu me­nuding Gubernur Maluku  Murad Ismail tidak adil soal mudik gratis bagi masyarakat Maluku.

Menurut Loilatu, mudik gratis hanya di­khu­suskan di Kota Tual, Banda dan lainnya. Sedangkan di Buru dan Buru Selatan serta beberapa daerah lainnya tidak diperhatikan oleh Gubernur Maluku.

“Mestinya gubernur harus adil dan melihat semua, kami masyarakat Bursel dan Buru sangat kesal terhadap kebijakan gubernur yang hanya berpihak ke wilayah-wilayah tertentu saja,” katanya saat diwawancarai Siwalima,  Selasa (26/4).

Ia menungkapkan, masyarakat Buru dan Buru Selatan meminta kepada Gubernur Maluku untuk adil membantu mudik gratis kepada  masyarakat dan mahasiswa yang berasal dari Buru dan Buru Selatan juga, yang hari ini sedang mudik ke kampung halamannya.

Kata dia, saat pilkada tahun 2018 lalu, Kabupaten Buru dan Buru Selatan memenangkan pasangan Murad Ismail dan Barnabas Orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, sehingga seharusnya adil dalam memberikan mudik gratis.

Baca Juga: Temui Kapolda, Duta Besar Australia Pererat Kerjasama

“Namun hari ini kami menilai sungguh tidak adil pak Gubernur Maluku. Mestinya keberpihakan pak gubernur juga harus ke Buru Dan Buru Selatan,” tegasnya.

Jika hal ini tidak digubris, tambahnya, maka dirinya akan berkoonsilidasi dengan seluruh mahasiswa dan pemuda Buru Dan Buru Selatan untuk demo besar-besaran di kantor Gubernur Maluku guna meminta keadilan.

9 Armada Siaga

Sementara itu, sebanyak sembilan armada kapal PT Pelni sudah disiagakan untuk melayani masyarakat dari dan ke Ambon, Provinsi Maluku.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon, Ferra J Alfaris, usai apel siaga pos koordinasi penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2022, di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Selasa (19/4) kemarin.

Dijelaskan kesembilan kapal tersebut yaitu KM Tidar, KM Dorolonda, KM Dobonsolo, KM Nggapulu, KM Leuser, KM Sirimau, KM Sagiang, KM Pangarango dan KM Ciremai.

Ferra menjelaskan, antisipasi ini dilakukan setelah adanya koordinasi terkait dan untuk operasional dalam pelayanan kepada masyarakat dengan 9 armada ini sudah berjalan.

Menurutnya, Kantor Kesyaban­da­ran dan Otoritas Pelabuhan (K­SOP) Kelas I Ambon membentuk dua posko angkutan laut lebaran tahun 2022. “Posko tersebut berada di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dan Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon.

Keberadaan posko untuk meman­tau dan memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa angkutan laut sejak 17 April hingga 18 Mei 2022,” ucapnya.

Dikatakan, sejak dibukanya Posko pada tanggal 17 April kemarin, belum terlihat adanya kenaikan atau lonjakan yang drastis namun demikian pihaknya sudah lebih dahulu mengantisipasinya. “Saat sejak pembukaan posko tanggal 17 masih biasa saja belum terjadi lonjakan penumpang. Nantinya puncak arus mudik 25 -26 April  dan arus balik itu 10 Mei dan sampai 18 itu,” tuturnya. (S-21)