AMBON, Siwalimanews – Anggota Komisi VI DPR Hendrik Lewerissa memberi­kan apresiasi dan dukungan penuh terhadap keterlibatan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, yang berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dukungan dan apresiasi terhadap PT Adhi Karya (Per­sero) Tbk ini diungkapkan HL sapaan akrab Lewerissa, saat menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi BUMN karya memberikan kontribusi terhadap pembangunan IKN yang berlangsung di Grand Avira Hotel, pekan lalu.

Dijelaskan, pembangunan IKN merupakan upaya peme­rintah untuk mengusung pem­bangunan ekonomi yang inklusif, dengan menyebar­luaskan magnet pertumbuhan ekonomi baru sehingga tidak hanya bertumpu di Pulau Jawa semata.

“IKN Nusantara ini seka­ligus simbol identitas bangsa, green economy, green energy, smart transportation, dan tata kelola pemerintahan yang efesien dan efektif sebagai milestone transformasi besar bangsa Indonesia,” ujar Lewerissa.

Dipilihnya Kalimantan menjadi IKN, lanjut HL, sudahlah tepat sebab Kalimantan adalah energi masa depan, dimana semua produk galian tambang seperti besi, migas, batu­bara, emas, nikel, intan. Bahkan pro­duk pertanian, seperti kopi dan sawit hingga sungai besar dapat meng­hasilkan PLTA.

Baca Juga: Waspada Banjir ROB Ancam Pesisir Maluku

“Dengan nama Nusantara, IKN sebenarnya sudah merepresentasi­kan konsep kesatuan yang meng­akomodasi kemajemukan Indonesia. Realitas kekayaan kemajemukan Indonesia menjadi modal sosial memajukan kesejahteraan rakyat, demi Indonesia maju, tangguh, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dilibatkannya ADHI dalam pembangunan IKN kata Lewerissa sangatlah pantas, sebab  sebagai BUMN Konstruksi yang berdiri pada 1960 melalui nasionalisasi perusa­haan Belanda, ADHI merupakan perusahaan konstruksi pertama yang melantai di bursa efek dengan kode ADHI sehingga memiliki kredibilitas yang kuat.

Apalagi, begitu banyak karya ADHI yang berdiri kokoh hingga saat ini, diantaranya Stadion Utama Gelora Bung Karno, Masjid Istiqlal, Monumen Nasional Jembatan Barito, Jembatan Suramadu.

“Dengan tagline Beyond Construction, ADHI memiliki empat lini bisnis utama yaitu Engineering & konstruksi, Properti & Hospitaliti, Manufaktur, Investasi & Konsesi dengan 180 Proyek konstruksi yang sedang berjalan yang tersebar di seluruh Indonesia,” beber Lewe­rissa.

Lewerissa mengungkapkan se­jauh ini, ADHI telah memperoleh 4 kontrak pembangunan infrastruktur diantaranya, 22 Tower untuk Hunian Pekerja Konstruksi IKN, Pelindung Fender Jembatan Pulau Balang, Jalan Tol Seksi 3A Segmen Karang­joang-KTT Kariangau dan Rumah Tapak Kedinasan.

Dalam pelaksanaannya ADHI memiliki tanggung jawab meliputi, perencanaan dan perancangan, pe­kerjaan konstruksi dan infrastruktur kawasan, seperti rumah tapak, pe­nataan kawasan untuk fasilitas umum dan sosial, serta prasarana dan sarana kawasan yang diharap­kan terus bertambah.

Selain tambahan kontrak baru yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan, ADHI dapat mening­katkan value sebagai kontraktor yang dipercaya untuk turut mem­bangun Negeri yang dapat memberi manfaat bagi Pemerintah, Negara dan Masyarakat.

Politisi Gerindra Maluku ini menambahkan pengerjaan Hunian Pekerja Konstruksi di IKN telah menggunakan Teknologi Modular yang merupakan karya anak bangsa dan Konstruksi Rumah Susun de­ngan menerapkan, teknologi fabri­kasi hunian modular diharapkan proyek  lebih cepat dibangun serta layak huni.

“Direncanakan rusun tersebut terdiri dari 22 tower, memiliki 4 lantai yang dapat menampung 17.000 pekerja atau minimal 15.600 tenaga kerja. Fasilitas yang disediakan nantinya mencakup meubelair, unit kesehatan, kantin, toko, tempat ibadah, dan building management,” cetusnya. (S-20)