AMBON, Siwalimanews – Salah satu pasien Covid-19 berinisial HI (31) yang saat ini sementara menjalani perawatan di BPSDM Ambon mengaku kecewa dengan kinerja Gugus Tugas Provinsi Maluku.

Hi yang juga merupakan tenaga kesehatan pada salah satu rumah sakit di Ambon mengaku kecewa sebab hasil swabnya dengan enteng dikatakan oleh pihak Dinkes Maluku bahwa tercecer

“Saya salah satu tenga kesehatan yang terpapar covid-19. Saya dinyatakan positif rapid pada 8 Mei, kemudian saat itu saya langsung diambil swab, 4 hari kemudian saya dinyatakan positif,” ujar HI kepada wartawan saat melakukan video call dengan wartawan di Ambon, Sabtu (6/6).

Setelah dirawat dan mendapat pengobatan di RSUD dr M Haulussy, kemudian pada 16 Mei, HI kembali di-swab ulangan pada 18 Mei. Hasil swab 16 Mei saat keluar HI dinyatakan telah sembuh sebab hasilnya negatif.

Sambil mnunggu hasil swap 18 Mei HI dipindahkan ke BPSDM pada 20 Mei, setelah dua minggu menjalani perawatan di BPSDM, hasil swab ulangan miliknya belum juga ada atau keluar dari BPTKL.

Baca Juga: Satu Positif, 60 Pegawai BKD Buru Jalani Rapid Test

“Karena sudah dua minggu belum ada hasil, saya kemudian bertanya ke dinas kesehatan ternyata jawaban mereka hasil swab saya tercecer. Kemudian pada 1 Juni saya diambil swab lagi di BPSDM tapi sampai sekarang belum dengar hasilnya seperti apa,” ucapnya.

Menurutnya, apakah sebagai tenaga kesehatan yang selama ini ada di garda terdepan bisa mendapatkan sedikit perhatian. Pasalnya sudah satu bulan ia menjalani isolasi.

“Suami saya tugas di Masohi dan dalam keadaan begini tdak diijinkan keluar asrama. Anak saya umur 2,5 tahun saya sementara titipkan di tetangga. Sampai kapan kita ini diperhtikan dan dapat kejelasan dari hasil pemeriksaan, sedangkan tenaga kesehatan yang terpapar dan dirawat ada RSUP pada hari yang sama hasil swab sudah keluar tiga hari lalu,” tukasnya.

HI mengaku, tidak mengetahui kesalahannya dimana sampai seluruh pasien di BPSDM penanganananya sangat lama, baik itu menunggu hasil ataupun jadwal swab ulangnya.

Di BPSDM rata-rata pasien yang di rawat sudah 1-2 bulan, dari segi itulah banyak pasien yang stres, bukan karena covid namun karena masa isolasinya. Lantaran keadaan seperti itu, maka Sabtu (6/6) pagi ada salah satu pasien yang kabur.

“Kita yang notabenenya adalah tenaga kesehatan saja merasa tidak diperhatikan di BPSDM, bagaimna dengan masyarakat biasa,” ucap HI.

Sementara itu, Karo Humas dan Protokol Setda Maluku Melky Lohy yang dikonfirmasi Siwalimanews di kantor Gubernur, Sabtu (6/6) membenarkan keluhan dari HI tenaga kesehatan yang terpapar tersebut, namun ia enggan mengomentarinya.

“Ia benar, tadi kita juga rapat bahas keluhanh tersebut, termasuk dengan salah satu PDP perempuan yang pagi tadi lari dari BPSDM. Namun nanti besok Minggu (7/6) baru Ketua Harian Gustu Maluku berikan penjelasannya.

Di tempat terpisah Kepala BTKL PP Ambon Budi Santoso yang dikonfirmasi wartawan terkait dengan tercecernya swab milik salah satu pasien menjelaskan, untuk hasil swab setiap pasien sesuai protap itu dari BTKL PP sampaikan hasil setiap swab ke Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.

“Saya ucapkan terima kasih sudah sampaikan keluhan pasien kepada kami. Kalau hasil swab tercecer, maka perlu dilakukan penelusuran terkait siapa yang menyatakan hasil itu tercecer,” ujar Budi

Menurutnya, setelah rapid test dan swab dimasukan ke BTKL PPP, itu empat  hari kemudian hasilnya keluar, swab berikutnya juga akan seperti hal tersebut.

Semestinya yang bisa menentukan swab pasien mana yang prioritas adalah pihak rumah sakit, karena mereka yang lebih mengerti kondisi  saat itu.

Namun yang perlu dipahami adalah, kondisi setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang 1 minggu saja hasilnya negatif dan dinyatakan sembuh namun ada juga yang 8 minggu baru hasilnya negatif.

“Kalau untuk proses penanganan di BPSDM atau pun rumah sakit itu bukan wewenang kami,” ucapnya. (S-39)