AMBON, Siwalimanews – Gubernur Maluku, Murad Ismail, mengajak masyarakat Maluku untuk perangi sampah plastik melalui pengurangan penggunaan media plastik dalam aktivitas sehari-hari.

Pasalnya, selama ini sampah palstik masih dipandang sebagai barang sisa yang tidak berguna. Padahal, bisa menjadi sumberdaya yang masih bisa dikelola.

Dalam mengelola sampah, masyarakat masih bertumpu pada pendekatan akhir (end of pipe), yaitu sampah dikumpulkan, diangkut dan dibuang ke tempat proses akhir sampah.

“Timbunan sampah dengan volume yang besar di lokasi tempat proses akhir sampah berpotensi melepas gas metan (CH4) yang dapat meningkatkan gas emisi rumah kaca, dan berkontribusi terhadap pemanasan global,” ungkap gubernur saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 yang dipusatkan di pesisir pantai sisi selatan Runway 04 Bandatara Pattimura, Ambon, Jumat (28/2).

Berkaitan dengan penanganan sampah, disebutkan, berdasarkan Pergub Maluku Nomor 1 tahun 2020, Pemprov Maluku telah menetapkan arah kebijakan, strategi, target dan program dalam pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, dimana target pengurangan sampah rumah tangga dan sampah sejenis, sampah rumah tangga ditetapkan sebesar 30 persen. Penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, ditargetkan bisa mencapai 70 persen dari angka timbunan sampah sampai tahun 2025.

Baca Juga: 400 Unit Koperasi Resmi Dibubarkan

“Saya minta kepada seluruh jajaran pemda kabupaten/kota se-Maluku agar segera malakukan penyusunan dan penetapan kebijakan strategis daerah dalam pengelolaan sampah-sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga di wilayahnya masing-masing, sehingga target pengurangan dan penanganan sampah di Maluku sampai 2025 dapat tercapai,” ajak gubernur.

Pemprov Maluku, kata Gubernur, pada 20 Desember 2019 lalu telah mencanangkan Tabaos Gubernur Maluku yaitu, Maluku Bebas Sampah Plastik.

Ia mengingatkan seluruh OPD dilingkup Pemprov Maluku agar dalam pelaksanaan kegiatan kedinasan tidak lagi menggunakan media plastik dalam acara rapat/pertemuan di setiap kantor, termasuk aktivitas seluruh ASN pada jam-jam dinas.

“Untuk mengatasi persoalan sampah, pemprov dan pemda kabupaten/kota tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan seluruh komponen masyarakat dalam pengelolaan sampah sangat dibutuhkan, mengingat persoalan sampah merupakan persoalan serius dan multidimensi sehingga diperlukan resonansi kepedulian secara bersama-sama dan terus-menerus,” ucapnya.

Ditambahkan, persoalan sampah bukan lagi menjadi isu daerah dan nasional, tetapi sudah menjadi isu global. Untuk itu, harus dilakukan percepatan dalam pengurangan dan penanganannya, dimana sampah yang tertangani dengan baik akan berdampak pada pengurangan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Peringatan HPSN 2020 tingkat Provinsi Maluku diakhiri dengan penyerahan anakan pohon trembesi sebanyak 200 pohon dari gubernur kepada perwakilan dari Negeri Laha dan Hatu.

Selain itu juga dilakukan penyerahan tempat sampah bagi perwakilan tokoh agama dan sekolah, penyerahan tumbler (botol minum) sebanyak 200 buah kepada perwakilan bank sampah, serta tukang perahu dari Negeri Galala.

Hadir pada peringatan HPSN 2020 tersebut, Sekda Maluku Kasrul Selang, Ketua DPRD Provinsi Lucky Wattimury, Kapolda Maluku Brigjen Pol. Baharuddin Djafar, Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler, Sekda Maluku Tengah Rakib Sahubawa, Rektor Unpatti M.J. Saptenno, Plt Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Maluku Melky Lohy, Plt Kadis Lingkungan Hidup Roy Syauta, Kepala BPSDM Maluku Hadi Sulaiman, serta LSM/pemerhati lingkungan, tokoh masyarakat dan tokoh agama. (S-39)