DOBO, Siwalimanews – Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Johan Gonga mengambil sumpah dan melantik 12 pejabat tinggi Pratama dalam lingkup Pemkab Aru, yang berlangsung di Aula lantai II BPKAD Aru, Rabu (12/1).

12 pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik yakni, Kadis Perikanan dijabat oleh A.L.O Tabela yang sebelumnya menjabat Kadis Disperindag, jabatan baru Kadis Perikanan;

Kepala BKPSDM  A.P. D Tabela sebelumnya menjabat Staf Ahli Bupati; Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dijabat oleh Jhon F Tabela yang sebelumnya menjabat Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerja.

Kemudian Kadis Pertanian dijabat Djemy Harianto yang sebelumnya menjabat Kadis Ketahanan Pangan; selain itu jabatan lainnya yakni Staf ahli Bupati Bidang Keuangan dan Administrasi dijabat oleh Fredrik Hendriks Ngutra yang sebelumnya menjabat Kepala BPBD; Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerja dijabat oleh Karel E Huwae yang sebelumnya menjabat Kepala BKPSDM; Kadis Lingkungan Hidup dijabat oleh Ongky Gutanjala yang sebelumnya menjabat Kadis DKP; Asisten I Sekda dijabat oleh  Jeheskel Dumgair yang sebelumnya menjabat  Kadis pengendalian penduduk dan KB ; Asisten II Sekda Aru dijabat oleh Fredrik Gaite yang sebelumnya menjabat Kadis Lingkungan Hidup; Kadis Pariwisata dijabat oleh H.A.S Benamen yang sebelumnya menjabat Plt Kadis Pariwisata; begitu juga dengan Jusup Apalem dan Jacob Ubyaan yang didefenitifkan jabatannya sebagai Kadis Pendidikan dan Kepala BPKAD.

Pelantikan dihadiri, Wabup Aru Muin Sogalrey, Sekda Aru Moh Djumpa, Wakapolres Aru AKBP Y Renyaan dan para pimpinan OPD, dan Ketua Klasis PP Aru Pendeta Hengky Musa.

Baca Juga: Rencana Pinjam ke Bank

Bupati dalam sambutannya mengatakan, pelantikan ini merupakan penyegaran dalam jajaran birokrasi karena ada beberapa pimpinan OPD yang telah menjabat lebih dari 10 tahun.

“Pelantikan ini hanya guna memberikan penyegaran dalam birokrasi. Sebagai bagian penyegaran dan peningkatan kinerja tugas dan pelayanan pelantikan ini tidak ada unsur suka dan tidak suka, tetapi pelantikan ini berdasarkan penilaian yang sangat objektif,” ujarnya.

Dikatakan, hasil kerja pansel Pratama pemerintah dan akademisi dalam menjawab tuntutan pelayanan yang lebih maksimal serta meningkatkan kinerja dan karir.

“Untuk pejabat tinggi Pratama akan terus dilakukan evaluasi kinerja guna meningkatkan tugas dan fungsinya,” katanya.

Bupati berharap, pejabat yang baru dilantik dapat membaca aturan disiplin ASN dengan baik, sehingga dapat bekerja dengan baik pula, jika ada pegawai yang lakukan indisipliner, maka sebelum sampai ke BKPSDM, pimpinan pada OPD sudah menerapkan aturan tersebut sesuai dengan sanksi yang berlaku.

Selanjutnya, Ada 10 jabatan tinggi Pratama yang masih kosong, dan dalam waktu dekat akan dibentuk pansel guna melakukan seleksi guna menempati jabatan tersebut.(S-25)