BULA, Siwalimanews – Gelombang pasang disertai hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Seram Bagian Timur. Tercatat ratusan warga mengungsi.

Tiga wilayah yang dikepung gelombang tinggi dan hujan deras yaitu, Desa Sesar, Kampung Nela­yan, Englas dan Desa Hote.

Akibat cuaca ekstrim tersebut me­nyebabkan 539 warga SBT meng­ungsi, 19 rumah rusak berat dan 17 rumah warga rusak ringan.

Demikian diungkapkan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten SBT, Usman Keliobas kepada Siwalima melalui Telepon Seluler, Rabu pagi.

Keliobas merincikan, jumlah total rumah dan bangunan yang rusak akibat gelombang pasang tersebut sebanyak 36 unit dengan kategori rusak berat sebanyak 19 unit dan rusak ringan 17.

Baca Juga: Beroperasi Diluar Standar, Perlu Dievaluasi

Disebutkan, data kerusakan akibat bencana gelombang pasang tersebar di tiga lokasi yakni Desa Sesar, Desa Englas Kecamatan Bula serta Desa Hote Kecamatan Bula Barat, Kabupaten SBT.

Kata dia, untuk Desa Sesar, BPBD mencatat jumlah rumah rusak yang terdata sebanyak 15 rumah yakni, 3 rusak berat,12 rusak ringan.

Sedangkan rusak berat yaitu, dua unit bangunan yakni, Pos jaga warga dan Pos Polairud Polres setempat.

Sementara di Desa Englas, BPBD mencatat jumlah rumah warga yang mengalami rusak berat sebanyak 5 unit.

“Seusai data yang diperoleh BPBD SBT tercatat 539 warga di Desa Sesar, Kampung Nelayan, Englas dan Desa Hote mengunsi. Sementara untuk rumah warga yang rusak berat sebanyak 19 rumah, dan rusak ringan sebanyak 17 rumah,” ujarnya.

Keliobas juga mengungkapkan, dari 539 warga yang mengungsi terdiri dari warga di Kecamatan Bula Desa Sesar 116 warga, Kampung Nelayan 121 warga, Desa Englas 18 warga sementara untuk Kecamatan Bula Barat Desa Hote, warga yang mengunsi berjumlah 284 warga.

“ Sehingga total pengungsi di dua kecamatan ini berjumlah 539,”  ujarnya.

Hingga kini, Kata Kiobas, pemerintah Kabupaten SBT sudah memberikan bantuan darurat berupa selimut, mendirikan tenda pengungsi di Desa Hote.

Bupati SBT, Mukti Keliobas, langsung turjun langsung melihat warga yang mengalami bencana ditemani Wakil Bupati Idris Rumalutur, Sekda Djafar Kwairumaratu, Kadis Kesehatan Samun Rumakabis, dan PLT Baznas Sidik Rumalowak terjun langsung memantau kondisi Warga yang terkena bencana alam.

Bantu Sembako

Sementara itu, Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten SBT turut memberikan bantuan kepada para pengungsi.

Plt Baznas, Sidik Rumalowak mengatakan, Pemerintah Kabupaten SBT telah mengambil langkah cepat dengan memberikan bantuan melalui Bazna Kabupaten SBT kepada warga yang kenal dampak musibah alam tersebut.

Bantuan sembako kepada 71 Kepala Keluarga di Desa Hote, dan Teluk Waru sebanyak 30 KK.

Sementara bantuan lainnya berupa makanan kepada warga SBT sebanyak 106 penumpang yang sudah tiga hari berada di pelabuhan Banda karena manifes penumpang kapal sabuk.

“Kami juga kirim bantuan makanan kepada 106 penumpang Kapal Sabuk yang saat ini ada di pelabuhan Banda tujuan Kecamatan Gorom, Geser dan Kecamatan Kesui, Kabupaten SBT,” katanya.

Rumalowak menambahkan, dampak musibah yang terjadi di Kecamatan Teluk waru ini baru di ketahui hari ini, Rabu (23/2) sehingga Mereka yang terkena dampak tersebut diberikan bantuan sebangko kepada 30 KK di Dusun Fesan, Dusun Rumbalifar, dan Dusun Kilbaren.

Peringatan Dini

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Maritim Ambon mengeluarkan peringatan akan adanya gelombang tinggi disejumlah perairan di Maluku.

Potensi gelombang sangat tinggi mencapai 4 sampai 6 meter berpeluang terjadi di Laut Seram Bagian Timur, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata – Kepulauan Leti, Perairan Kepulauan Babar, Perairan Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru Bagian Barat dan Perairan Kepulauan Kei.

Demikian diungkapkan, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Ambon Ashar kepada Siwalima, kemarin.

Gelombang tinggi juga berpeluang terjadi di Laut Seram Bagian Barat, Perairan Pulau Buru, Perairan Pulau Ambon Lease, Perairan Selatan Pulau Seram, Perairan Kepulauan Aru, dan Laut Arafuru Bagian Tengah.

BMKG Maluku mengatakan, peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku pada 22 Februari hingga 23 Februari 2022.

Untuk Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Timur Laut – Timur dengan kecepatan angin berkisar 5 – 25 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Barat Daya–Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 3-20 knot.

Sementara untuk kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Flores, Laut Sulawesi bagian timur, Perairan Kepulauan Sangihe – Kepulauan Talaud, Laut Maluku, Perairan Halmahera, Laut Banda.

Untuk itu BMKG Stasiun Maritim Ambon berharap kepada seluruh masyarakat atau nelayan memperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Diingatkan untuk perahu nelayan dilarang berlayar pada kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang diatas, 1,25 meter. Untuk kapal tongkang dilarang berlayar dimana kecepatan angin diatas 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter

Sedangkan kapal Ferry dilarang berlayar pada kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang diatas 2,5 meter, sementara kapal ukuran besar seperti kapal kargo/ kapal pesiar dilarang berlayar pada kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang diatas 4, 0 meter.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” Pungkasya. (S-19/S-21)