AMBON, Siwalimanews – Dua hari pencarian  Mahmud Sek­nun (25)  korban yang terjatuh dari KM Dobonsolo di perairan Buono, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) nihil.

“Pencarian daua hari korban belum kita temukan,” jelas Kepala Basarnas Ambon Djunaidi.

Djunaidi menyebutkan, posisi awal korban dilaporkan terjatuh dari atas KM Dobonsolo yakni 02°50’7″S – 127°52’8″ E atau berjarak 55,42 NM dari Pos SAR Namlea.

“Karena belum ditemukan, lokasi kita perluas lagi di pencarian hari kedua,” kata Djunaidi dalam rilis yang diterima Siwalima, Minggu (17/1).

Lokasi pencairan yang sebe­lum­nya hanya di posisi 02°50’7″S-127°52’8″E di perluas lagi di posisi : 3 10 11 S, 127 44 22 E,  2 54 5 S-127  44  22 E, 2  54  5 S,  128  0  32 E dan posisi 3 0  11 S,  128  0  32 E.

Baca Juga: Brimob Maluku Gencar Kampanye Protokol Kesehatan

Untuk diketahui, Mahmud Sek­nun (25) penumpang KM Dobon­solo dari Kota Sorong tujuan Ambon dilaporkan terjatuh dari atas kapal di perairan Buano, Kabupaten SBB dalam pelayaran dari Kota Namlea Kabupaten Buru menuju ke Ambon, Jumat (15/1).

Kepala Basarnas Ambon Djunai­di menjelaskan, korban dilaporkan oleh keluarganya hilang setelah terjatuh dari atas KM Dobonsolo.

“Kita dapat laporan dari keluarga korban atas nama Ilham pada Sabtu (16/1) sore atau pukul 17.49 WIT bahwa saudara mereka terjatuh dari atas KM Dobono Solo dari Namlea menuju Ambon,” tandas Djunaidi dalam rilisnya yang diterima redaksi Siwalima, Sabtu (16/1)

Mendapat laporan tersebut kata Djunaidi, Tim Rescue Pos Sar Namlea langsung dikerahkan untuk mencari korban yang diperkirakan terjatuh dari atas kapal pada Jumat (15/1) dini hari sekitar pukul 03.00 WIT di sekitar perairan Buano Kabupaten Seram Bagian Barat.

“Kita memperkirahkan korban terjatuh di perairan Buano Kabu­paten SBB pada posisi koordinat 02°50’73 S – 127°52’83 E. Tim SAR Namlea sudah kita kerahkan dengan menggunakan RIB 06 menuju lokasi yang diduga untuk melakukan pencarian,” ungkap Djunaidi.

Pada proses pencarian di hari per­tama ini, Tim Rescue SAR sedikit me­ngalami kesulitan, dikarenakan tinggi gelombang mencapai 1,2-2,5 meter.

“Walaupun dengan kondisi cuaca hujan ringan dan kecepatan angin yang bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan 10-20 knot, dan tinggi gelombang 1,25–2,5 m, namun proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan,” ucap Djunaidi. (S-39)