AMBON, Siwalimanews – Peristiwa penolakan sejumlah rumah sakit di Kota Ambon terhadap pasien dengan alasan tidak ada bangsal alias full dikecam DPRD Provinsi Maluku. Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimurry kepada Siwalima Rabu, (27/5) mengatakan, berkaitan dengan penolakan pasien oleh pihak rumah sakit sangat disesalkan.

“Jika ada rumah sakit yang su­-dah tidak lagi menerima pasien untuk berobat maka pasien yang membutuhakn pertolongan medis ini kemana lagi harus di bawah untuk selanjutnya mendaptkan tindakan medis dan dirawat,” timpal Wattimury.

Politisi PDI-P ini meminta kepada semua rumah sakit yang ada di Provinsi Maluku, terlebih khusus di Kota Ambon untuk dapat memahami situasi dan kondisi yang sementara terjadi dan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Untuk diketahui, salah satu pasien berinisial SM (37) sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir Sabtu (23/5), sekitar pukul 21.00 WIT dengan keluhan batuk-batuk diantarkan keluarga menuju Rumkit Tk II Dr. J.A. Latumeten untuk medapatkan penangganan medis, namun oleh pihak Rumkit Tk II Dr. J.A. Latumeten menolak dengan alasan tidak menerima pasien umum.

Langkah selanjutnya, SM dibawah keluarga ke rumah sakit Bhayangkara Polri-Tantui, alhasil penolakan juga dilakukan pihak rumah sakit dan selanjutnya keluarga SM membawah ke RS Bakti Rahayu yang merupakan RS Swasta, namun pihak RS tidak dapat menerimanya dengan alasan RS telah penuh dan akhirnya SM dikembalikan ke rumahnya di Karang Panjang Ambon.

Baca Juga: Sistem Ganjil Genap akan Berlaku di Pasar Mardika

Keesokan harinya, setelah keluarga melakukan koordinasi dengan salah satu kerabat yang merupakan Gugus Tugas per­­-ce­patan penanganan COVID-19 Provinsi Maluku untuk meminta bantuan koordinasi maka SM kemudian dirujuk ke RST untuk mendapatkan penanganan medis dan ketika dilakukan rapid tes hasilnya reaktif.

Nasip naas menimpas SM (37), setelah ditangani oleh tim medis tepatnya pukul 18.00 WIT, SM menghembuskan nafas terakhir dan jenazahnya di bawah ke RSUD Haulussy untuk di kremasi.

RSUD Haulussy Harus Tingkatkan Kinerja

Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Melkias Sairdekut meminta kedepannya RSUD Haulussy Kudamati yang kembali beroperasi setelah ditutup 14 hari untuk lebih meningkatkan kenerja pelayanan bagi masyarakat.

“Intinya harus tingkatkan kinerja tapi tetap utamakan protokol kesehatan saat layani pasien,” jelas Melkias kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Rabu, (27/5).

Ia mengatakan, sebagai penanggung jawab pertama dalam urusan operasional pelayanan pasien, secara teknis pihak Rumah Sakit Haulussy harus memastikan bahwa kejadiaan yang telah terjadi beberapa waktu lalu tidak terulang kembali.

Pihak RSUD Haulussy juga diingatkan apabila ada hal-hal yang dirasa masih kurang, DPRD Maluku berharap kepada Direktur RSUD untuk menyampaikan baik  kepada pemerintah daerah dalam hal ini gugus tugas maupun kepada DPRD Maluku dalam rangka mengantisipasi kejadian sebelumnya.

Seperti diberitakan, setelah sempat menutup pelayanan lantaran banyak pegawai dan tim medis yang positif terpapar Covid-19, RSUD dr M Haulussy dipastikan kembali beroperasi seperti biasa pada, Rabu (27/5).

“Setelah kita bersihkan rumah sakit, dan melakukan pembenahan, maka besok (hari ini Red) kita buka untuk pelayanan umum,” jelas Sekda Maluku, Kasrul Selang kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (26/5).

Menurutnya, dengan beroperasinya kembali RSUD dr M Haulussy ini, Pemprov Maluku juga memastikan keamanan bagi warga yang akan datang untuk mendapat pelayanan kesehatan di rumah sakit ini. “Kita pastikan masyarakat aman dari penye­baran virus corona, ketika ada warga yang datang berobat ke RSUD Haulussy,” tandas Kasrul.

Ditegaskan, sejumlah perawat dan tenaga medis yang terpapar saat ini sudah diisolasi di RSUD Haulussy. (Mg-4)