NAMROLE, Siwalimanews – DPRD Kabupaten Buru Bursel, Senin (20/7) menggelar rapat paripurna HUT ke-12 kabupaten tersebut.

Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Muhajir Bahta didampingi Wakil Ketua, La Hamidi ini dihadiri oleh Bupati, Tagop Sudarsono Soulisa, Kapolres Pulau Buru, AKBP Ricky Purnana Kertapati, Dandim 1506 Namlea Letkol Inf. Syarifuddin Azis, pimpinan OPD, KPU, Bawaslu serta pimnpinan intasnsi veritkal dan partai politik dan OKP/Ormas serta tokoh masyarakat.

Ketua DPRD dalam sambutanya mengatakan, kemeriahan saat ini merupakan suatu pertanda bahwa masih ada komitmen dan cita-cita untuk  memajukan Bursel dan mensejajarkan Bursel dengan daerah-daerah lainnya dalam semangat Lolik Lalen Fedak Fena dan dengan mengedepankan kepentingan bersama dalam satu kearifan orang basudara demi memberikan yang terbaik untuk kabupaten Bursel.

Diusia yang ke-12 ini, kata Muhajir, kabupaten Bursel sebagai satu daerah otonom baru semakin menunjukan performanya walaupun dengan keterbatasan anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah pusat.

“Walau hidup kurang-kurang, pembangunan fisik, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pergerakan kualifikasi daerah terus meningkatkan prestasi, kebijakan pengelolaan keuangan daerah juga kian baik,” ucap Bahta.

Baca Juga: Luhukay: Target Bidang Fasilitas Umum Cukup Memuaskan

Menurutnya, sebagai masyarakat Bursel, wajib bersyukur dengan menjadikan peringatan hari lahir kabupaten ini sebagai suatu inspirasi dan motivasi untuk mengisi kembali setiap detik perjuangan.

“Mari kita jadikan sejarah sebagai untaian peristiwa penuh makna dan hikma lalu kita bingkai catatan perjalanan hari ini dan ke depan dengan kerja-kerja produktif demi meraih cita-cita dan harapan akan masa depan yang lebih baik,” ajaknya.

Sementara itu, Bupati Bursel, Tagop Sudarsono Soulisa dalam sambutannya memaparkan berbagai peningkatan pembangunan di kabupaten itu.

Menurutnya, berbagai pembangunan telah dicapai walaupun dengan keterbatasan anggaran yang diberikan pemerintah pusat.

“Untuk bidang pendidikan meliputi pelaksanaan pembangunan unit sekolah, ruang guru, ruang perpustakaan, laboratorium dan rehab ruang kelas sebanyak 525  ruangan yang terdiri dari SD/MI sebanyak 385 ruang, SMP/MTS sebanyak 140 ruang,” ucap Tagop.

Untuk bidang kesehatan kata Tagop mengatakan, telah membangun sarana dan prasarana kesehatan yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah, begitu juga dengan tenaga medis, pembangunan sistem jaringan obat dan instalasi pengobatan, penyediaan dokter, sosialisasi pola hidup sehat dan penguatan perlindungan  ibu hamil dan anak.

“Angka capaian IPM bidang kesehatan yaitu angka harapan hidup pada tahun 2019 yatiu 72,1 tahun, jaminan kesehatan melalui program Jamkesda sebanyak 21.327 orang, jumlah posyandu aktif sebanyak 119, jumlah RSUD 1 unit, RS pratama 1 unit, jumlah puskesmas 13 unit, jumlah pusling 16 unit, pustu 38 unit, apotik 7 unit, dan tokoh obat 1 unit serta jumlah gudang farmasi 1 unit,” rinci Tagop.

“Jumlah dokter umun 18 orang, Dokter spesialis 5 orang, jumlah perawat 463 orang, jumlah bidan 211 orang dan tenaga kefarmasian 19 orang, peserta KB Aktif 6.250 orang pada tahun 2018, laju pertumbuhan penduduk tahun 2019 sebesar 0,52 persen dan jumlah penduduk kabupaten Bursel tahun 2019 sebanyak 76, 575 jiwa,” tambah Tagop.

Selain itu, sektor perekonomian juga menjadi perhatian Pemda Bursel dimana laju pertumbuhan Bursel cukup stabil yaitu sebesar 5,88%. Untuk peningkatan sektor-sektor perekonomian daerah yang berbasis sumber daya lokal di antaranya adalah pada sektor pariwisata.

“Hal tersebut dapat dilihat pada event Wonderfull Sail dan event pariwisata nasional yakni Pesta Teluk Tifu serta kunjungan wisatawan lokal pada pantai Wamsoba, Kecamatan Namrole,” paparnya.

Bidang infrastruktur, Bupati dua periode ini merincikan, pembangunan jalan di Bursel sampai dengan Tahun 2019 sepanjang 654,8 km yang terdiri dari jalan nasional 87 km dengan kondisi baik sebanyak 100 persen, jalan provinsi sepanjang 101,85 km dengan kondisi baik 27,86 persen dan jalan kabupaten 465,95 dimana kondisi baik sepanjang 264 km.

“Sedangkan pembangunan jembatan kabupaten sampai dengan tahun 2019 sepanjang 751,53 meter atau 21,92 persen,” pungkasnya. (S-35)