AMBON, Siwalimanews – Pasca dirujak para pencari kerja di media sosial, karena gagal berangkat akibat tingginya biaya, Kadis Ketenagakerjaan Steven Patty mulai cari pembenaran.

Dirinya baru terbuka mengaku biaya yang nilainya hampir menyentuh angka 100 juta, harus disetor 152 calon tenaga kerja Australia ke Yayasan Caliofornia Education.

Padahal selama pendaftaran hingga seleksi, dinas yang dipimpinnya itu, tidak pernah sekalipun menyinggung terkait dengan uang Rp85 juta.

“Anggaran itu mengcover seluruh kebutuhan peserta sampai dengan berada di Australia. Semuanya itu sudah termasuk dalam 85 juta itu, sampai dengan biaya tempat tinggal mereka di Australia,” kata Patty kepada wartawan.

Biaya tersebut sambungnya, sekaligus menjamin kehidupan mereka selama disana, termasuk dengan pembuatan visa. Selain itu angka 85 juta termasuk pelatihan enam bulan di Batam.

Baca Juga: Gandeng Kodam XVI Pattimura, PLN Sediakan Air Bersih & Bantuan Nutrisi

“Saya jamin yang sudah direkrut, itu berarti sudah pasti mendapat pekerjaan. Kita sudah teken MoU dengan Internasional Working Group (IWK), sehingga komitmen kita diatur secara hukum,” tandasnya.

Terkait pelatihan, Patty juga menjelaskan, bahwa itu merupakan tanggung jawab Disnaker bersama dengan IWK, yang diberikan kepada pihak Yayasan Caliofornia Education.

“Mereka dilatih nantinya oleh CE dan dapat dipastikan mereka sampai disana mereka langsung bekerja,” urainya. (S-25)