AMBON, Siwalimanews – Aktivitas prostitusi online saat ini, bukan lagi menjadi rahasia umum di Kota Ambon, bahkan ironisnya, bukan hanya orang dewasa yang terjerumus bisnis ini, bahkan sudah melibatkan kalangan anak-anak usia sekolah, dimana modus operandinya biasa dilakukan melalui aplikasi, atau bahkan secara langsung.

Menyikapi maraknya prostitusi online ini, maka Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Masyarakat dan Desa (P3AMD) kedepan akan membangun koordinasi dan sinergitas dengan semua pihak terkait, dalam hal ini OPD-OPD terkait, para tokoh agama, tokoh masyarakat, bahkan pihak sekolah, yang juga punya andil, untuk bagaimana mengatasi hal itu.

“Apapun akan dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi hal dimaksud. Karena kalau sudah terjadi, pada akhirnya mau tangani itu butuh banyak energi, tenaga dan sebagainya. Kita akan koordinasikan itu,” janji Kadis P3AMD Meggy Lekatompessy kepada wartawan di Ambon, Selasa (7/2).

Menurutnya, anak-anak terjerumus dalam prostitusi online ini akibat dari minimnya pengawasan orang tua terhadap anak, baik dalam pergaulan, maupun soal pengguna handphone. Kondisi ini, memang bisa terjadi dimana saja dengan berbagai macam bentuknya.

“Memang mau dibilang fenomena, saya tidak bisa bilang seperti begitu, tapi intinya bahwa, itu juga terjadi di Kota Ambon, kalau kita dari Dinas P3AMD sendiri dengan tupoksi kita, kita tentu berharap lewat langkah-langkah sosialisasi yang dilakukan, paling tidak bisa  menginformasikan tentang pentingnya pencegahannya, walaupun agak sedikit repot, karena itu online dan sulit dijangkau,” tuturnya.

Baca Juga: KKJTJ Minta Jembatan Dipul Dibongkar

Untuk itu, kata Lekatompessy, perlu ada kerjasama dengan pihak-pihak terkait, karena dinas sendiri tidak paham secara teknis. Namun yang paling penting sebenarnya, adalah pengawasan orang tua, tentang bagaimana perilaku anak ketika berada di luar rumah, dan apa yang diakses anak ketika dia menggunakan handphone, itu yang paling penting.

“Karena pengawasan dari orang tua itu sangat kurang bahkan tidak ada. Penting juga awasi anak dengan siapa dia bergaul, karena kebanyakan juga lingkungan sangat berpengaruh terhadap apa yang dilakukan anak, termasuk soal kejahatan yang terjadi via online,” ucapnya.(S-25)