PIRU, Siwalimanews – Sekelompok  masyarakat yang tergabung dalam ibu-ibu rumah tangga, Selasa (21/7) menandatangi Kantor Camat Taniwel Timur melakukan aksi demo memprotes Penjabat Desa Sohue, Arnol Gerson Marayate karena tidak transparan serta ketidakterbukaan dalam pengelolaan Prakarya Tunai yang dikucurkan pemerintah daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Aksi tersebut dilakukan ibu-ibu ini karena tidak merasa puas terhadap kinerja Pejabat Sohue yang dianggap tidak transparansi serta efektif menjalankan tugas dan tanggungjawab dalam mengelola keuangan.

Demo yang berlangsung di Kantor Camat ini sekitar pukul 10.30 sampai pukul 14.00 WIT dengan menggunakan beberapa poster  dan tidak memakai pengeras suara.

Dalam poster tersebut bertuliskan, meminta agar Penjabat terbuka terkait berapa besar dana Prakarya Tunai, masyarakat minta Pejabat harus terbuka, berapa dana yang dikucurkan Pemda SBB ke Pemdes Sohue.

Dalam aspirasi para ibu-ibu yang  disampaikan oleh salah satu masyarakat Ibu Santi  Warahuwena yang diterima Siwalima via WhatsApp, Selasa (21/7) mengatakan, tuntutan aksi dari masyarakat ini  dilakukan karena keresahan warga atas kerja Penjabat  yang tidak efektif dan transparansi serta tidak terbuka terhadap penggunaan dana prakarya tunai yang dikucurkan Pemda SBB ke Pemdes.

Baca Juga: Bhabinkamtibmas Passo Buat Kebun Tangguh Laudato

“Kami masyarakat terlibih khususnya ibu-ibu meminta Penjabat harus transparan dan terbuka atas nilai uang dana prakarya yang dibagikan ke masyarakat,” tegasnya.

Dijelaskan, uang prakarya yang dibagikan ke masyarakat per kepala keluarga (KK) sebesar Rp. 250.000 yang diperuntukan bagi warga khususnya  janda dan duda, dan apakah nilainya seperti itu, karena masyarakat tidak tahu berapa jumlah yang harus diterima. Sebab nilai dana prakarya yang dikucurkan Pemda SBB ke Pemdes masyarakat tidak tahu jumlah totalnya.

Selain itu,  Ibu Lili Warahuwena saat membacakan tutuntan dihadapan Camat Taniwel Tumur, Ny.Mery Latue, yang berbunyi satu, meminta Camat Taniwel Timur  agar segera memanggil Penjabat Desa Sohuwe Arnol Gerson Marayate untuk transparan dan terbuka kepada masyarakat Sohuwe atas berapa banyak Dana Prakarya Tunai yang dikucurkan Pemda SBB ke pemerintah desa.

Dua, menanyakan terkait jumlah pembagian masker  untuk penanganan Covid-19 yang dibagikan ke masyarakat, karena warga hanya mendapakan dua buah per keluarga dan berapa dana yang diberikan oleh pemerintah daerah.

Atas ketidak transparansi tersebut masyarakat menilai, selama ini Penjabat Gerson Marayate tidak pernah ada keterbukaan kepada masyarakat terkait keuangan dan sebagainya

“Penjabat tidak pernah transparan terkait dengan pengelolaan keuangan sehingga dikuatirkan akan menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat khususnya Sohuwe,” tegasnya.

Untuk itu para pendemo juga meminta, kepada Bupati Moh. Yasin Payapo agar secepatnya melihat persoalan ini dan segera memanggil pemerintah desa dalam hal ini Penjabat Desa Sohue untuk mempertanggungjawabkan masalah ini. Sebab dana Prakarya yang disalurkan pemerintah daerah ke Pemdes Sohuwe serta bantuan lainnya diirnya tidak pernah transparansi dan tidak keterbukaan ke masyarakat. (S-48)