AMBON, Siwalimanews – Alexander Hehakai (56) warga Desa Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, yang berprofesi sebagai PNS pada Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, ditemukan tewas di kamar Penginapan 3 Bersaudara di Dusun Hurun, Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu Kabupaten Malteng, Kamis (9/4).

Sebelum ditemukan meninggal, korban diketahui masuk penginapan tersebut bersama seorang perempuan yang identitasnya saat ini masih belum diketahui.

“Berdasarkan keterangan karyawan penginapan, korban datang bersama 1 perempuan dan memesan kamar nomor 14, selang 5 menit kemudian, terlihat perempuan tersebut keluar dari kamar menggunakan baju kaos hitam, celana jeans panjang biru, helm merah dan menggunakan masker warna hitam, menuju ke parkiran dan mengemudikan sepeda motor meninggalkan penginapan,” jelas Kasubbag Humas Polresta Ambon, Ipda Izack Leatemia, kepada wartawan di Ambon, Jumat (9/4).

Korban baru diketahui tidak bernyawa setelah kerabatnya, June Suitela bersama suami dan anaknya mendatangi korban ke penginapan dengan tujuan meminjam uang, namun saat pintu kamar diketuk, korban tak kunjung membukanya.

Selanjutnya kerabat korban memanggil Wawa Marupei yang adalah karyawan penginapan untuk mengecek. Setelah dicek korban sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Baca Juga: Pemprov Terus Berupaya Tingkatkan Ekspor Rempah

“Usai membuka kamar selang 20 menit datang sepasang suami istri bersama seorang anak dan menanyakan kamarnya korban, setelah itu pasutri tersebut mengetuk tapi tidak dibuka sehingga pasutri memanggil karyawan untuk mengecek, namun setelah pintu kamar berhasil dibuka saksi mendapati korban terbaring di atas tempat tidur, tidak bergerak dan tidak bernyawa lagi,” bebernya.

Mendapati hal tersebut, saksi kemudian melapor ke Polsek Salahutu, berselang beberapa saat personil Polsek Salahutu tiba dan mengamankan TKP serta mengevakuasi jenazah korban ke RSUD dr M Haulussy Ambon.

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban, namun berdasarkan keterangan istri korban, korban memiliki riwayat penyakit Asma. Keluarga sendiri menolak dilakukan proses otopsi dan mengiklaskan kematian korban.

“Untuk sementara keluarga korban masih menolak untuk dilakukan otopsi, karena masih menunggu hasil pemeriksaan luar di RSUD dr M Haullussy,” pungkasnya. (S-45)