AMBON, Siwalimanews – Konfrensi Cabang Luar Biasa (Konfer­calub) PWI Maluku akhirnya ditunda oleh PWI Pusat aki­bat data seluruh ang­gota PWI amburadul.

Data yang dike­luar­kan PWI Pusat berdasarkan usulan pelaksana tugas Ke­tua PWI Maluku, Petrus Oratmangun.

Ketua Umum PWI, Atal S Depari mengakui, data yang diusulkan ke pihaknya ternyata amburadul dan tidak mengakomodir seluruh anggota PWI di Maluku.

“Data dari Plt Ketua PWI Petrus Orat­mangun itu amburadul, sehingga kita tunda sampai 45 hari,”  katanya.

Ia meminta kepada seluruh anggota PWI Maluku untuk menahan diri dan menunggu sampai 45 hari kedepan.

Baca Juga: 2022, Kasus Narkoba di Polda Maluku Naik

Konfercalub PWI Maluku yang digelar di Lantai V Hotel Manise, Rabu (28/12) dibuka oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail dihadiri oleh Ketua PWI Pusat Attal. S. Depari dan Ketua Bidang Organisasi Zul­kifli Ganni Otto, Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, dan Sekda Maluku, Sadli Ie berlangsung dengan aman dan tertib.

Namun ketika masuk pada proses persidangan dan dipimpin oleh ste­reeing committee yang diketuai Ishak Tulalessy dan sekretaris Ahmad Ibrahim serta Ketua OKK  Zulkifli Ganni Otto dihujani interupsi dari peserta konfrensi.

Peserta menilai, konfrensi ter­sebut sejak awal berjalan tidak sesuai mekanisme dan aturan yang tertuang dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga PWI itu sendiri.

Baik soal Tatib Konfrensi yang tidak dibacakan oleh pemimpin sidang, agenda yang berjalan tidak sesuai jadwal yang telah dibagikan kepada peserta, hingga peserta yang belum dua tahun tergabung sebagai Anggota PWI Maluku, namun dipaksakan untuk masuk sebagai peserta pemilih.

Bahkan kericuhan kian memun­cak, saat pimpinan sidang meminta persetujuan peserta untuk mengikut sertakan sekitar 54 peserta lainnya yang masuk sebagai diskresi ketua umum PWI  lantaran belum dua tahun terdaftar sebagai anggota PWI Maluku.

Meski nantinya, dari jumlah itu, terdapat beberapa peserta yang diklarifikasi adalah anggota lama yang mestinya tidak masuk dalam kebijakan dimaksud.

Akibat hal-hal tersebut, sidang di­skorsing beberapa kali, hingga akhir­nya ditunda sampai 45 hari kedepan.

Gubernur Buka

Sebelumnya, Gubernur Maluku Murad Ismail membuka kegiatan Konferensi Luar Biasa PWI Maluku. Konferensi tersebut bertujuan untuk memilih ketua dan pengurus organisasi yang baru.

Gubernur dalam sambutannya mengatakan, PWI Provinsi Maluku merupakan salah satu mitra strategis pemerintah daerah yang perlu terus didukung dalam upaya membentuk pola pikir masyarakat melalui pem­beritaan yang berimbang dan sesuai fakta, sehingga ikut menciptakan stabilitas pembangunan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saya berharap, agar PWI Pro­vinsi Maluku tetap menjaga pro­fesionalitas kewartawanan melalui peningkatan kapasitas dan uji kompetensi, memegang teguh kode etik jurnalistik, sehingga penyajian berita dapat bersifat independen akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk,” harap Gubernur.

Tak hanya itu, mantan Dankor Brimob Polri ini juga mengharapkan konferensi yang berlangsung saat ini,  dapat memilih Ketua dan Pengurus PWI Provinsi Maluku yang baru dan memiliki gagasan besar dalam mengembangkan orga­nisasi serta dianggap mampu meng­konsolidasi­kan serta mengakomodir seluruh kepentingan anggota. (S-25/S-07)