AMBON, Siwalimanews – Cuaca ekstrim kembali melanda Kota Ambon dan sekitarnya, curah hujan yang tinggi sejak Selasa (26/7) pagi hingga sore, membuat sungai di Air Sakula, Desa Hatu Kecamatan Leihitu Barat meluap.

Akibat luapan sungai itu, air naik hingga ke ruas jalan umum dan menghambar jalur transportasi dari dan ke Hatu.

Derasnya arus dan dalamnya air membuat kendaraan baik roda dua, roda empat maupun pejalan kaki tidak dapat melewati jalan tersebut. Akhirnya akses jalan lumpuh total.

Jalur jalan dari Desa Laha menuju Desa Hatu, tidak bisa dilalui ken­daraan bermotor.

Pantauan Siwalima, sejumlah kendaraan yang akan melintasi jalur jalan dari dua arah, tertahan dan tak bisa melintasi jalan itu.

Baca Juga: Pangdam Tinjau Rumah Dinas Purnawirawan dan Sapa Warga

Kuat dugaan air yang meluap akibat tanggul penahanan air yang berada di aliran sungai kawasan Air Sakula,  tak mampu menahan luapan air yang makin deras akibat curah hujan yang tinggi.

Kasi Humas Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease Ipda Moto Uto­mo, kepada wartawan di Mapolresta Ambon, Selasa (26/7) menjelaskan, luapan air diakibatkan hujan yang besar, sehingga air dari pegunungan turun ke muara sungai dan hingga meluap sampai ke jalan utama.

“Seluruh jalan di kawasan itu ter­tutup air yang mengakibatkan trans­portasi menuju Kecamatan Leihitu Barat Lumpuh total,” jelas Utomo.

Dikatakan, saat ini pihak kepoli­sian maupun pemerintah desa sementara melakukan koordinasi dengan pihak BPDP Provinsi untuk mengatasi bencana tersebut.

Mantan Wakapoksek Leihitu ini menghimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke arah Laha dan Kota Ambon dari arah Leihitu Barat, untuk sementara tidak melakukan perjalanan sampai air surut.

“Sampai dengan saat ini situasi di lokasi banjir tepatnya di Air Sakula, Negeri Hatu masih diguyur hujan hingga air terus meluap ke jalan utama, anggota Polsek juga masih stand by dengan masyarakat setempat di lokasi,” ungkapnya.

Kepala BPBD Provinsi Maluku, Hendrik Far-Far yang dikonfirmasi mengungkapkan, stafnya masih dilapangan.

“Saya punya staf masih di lapa­ngan pantau, belum ada laporan ke saya, nanti kami informasikan,” tuturnya.

Tak Ada Korban

Hujan lebat yang berkepanjang­an, juga mengakibatkan longsor di Liliboy, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah.

Walau begitu, longsor yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIT tidak menimbulkan korban jiwa maupun material ataupun yang terluka.

Menurut Utomo, Bhabinkamtim­bas Negeri Liliboy bersama warga setempat berupaya maksimal mem­bersihkan ,marterial longsor yang menutup ruas jalan utama tersebut.

Ditambahkan, bencana longsor yang terjadi akibat hujan deras mengguyur sebagian wilayah di Maluku termasuk di Pulau Ambon.

Batal Terbang

Karena cuaca ekstrim melanda Kota Ambon pada Selasa (26/7) juga mengakibatkan sejumlah pener­bangan tujuan Bandara Pattimura Ambon gagal mendarat.

Legal, Compliance, Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Pattimura Ambon, Aditya Narendra yang dikonfirmasi Siwalima via pesan Whatsapp,  Sela­sa mengaku, pendaratan penerba­ng­an sejumlah maskapai itu dialih­kan ke bandara lain.

Dia menuturkan, penerbangan yang dialihkan pendaratannya kare­na cuaca buruk, adalah  Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-662 dengan rute Makassar ke Ambon, dialihkan ke Sorong.

Lion Air dengan nomor pener­ba­ngan JT-880 dengan rute Makassar ke Ambon, dialihkan ke Sorong.

“Dan untuk pesawat dari Bandara Pattimura Ambon yang mengalami penundaan kebe­rangkatan adalah, Lion Air dengan nomor penerbangan JT-880 dengan rute Ambon, ke Langgur, Wings Air dengan nomor penerbangan IW-1506 dengan rute Ambon, ke Sorong.

Selain itu ada pula Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-663 dengan rute Ambon ke Makassar, dan Batik Air dengan nomor pe­nerbangan ID-6171 dengan rute Ambon ke Jakarta. Tapi untuk yang Batik Air ini posisinya sudah berangkat,” katanya.

Sementara untuk penerbangan yang cancel, lanjutnya, adalah Sri­wijaya Air dengan nomor pener­bangan SJ-662 dengan rute Ambon ke Langgur.

“Sedangkan untuk pesawat charter yang ditumpangi oleh Ketua MPR RI, dialihkan ke Manado,” terangnya.

Sembari menambahkan, Pesawat yang ditumpangi Ketua MPR mendarat di Bandara Pattimura pukul 15.16 WIT. (S-10/S-25)