AMBON, Siwalimanews – Segenap civitas aka­demika Fakultas Teknik Unpatti menolak de­ngan tegas fakultas ter­sebut kembali dipimpin Wolter Robert Hetharia. Dekan Fakultas Teknik ini akan kembali maju mem­perebutkan kursi nomor satu pimpinan fakultas pada  22 Oktober 2021 men­datang.

Baik dosen, maha­siswa maupun pegawai di lingkup Fakultas Teknik menolak fakul­tas itu kembali dipim­pin Hetharia. Mereka ber­alasan Hetharia bukan se­orang pemimpin yang baik.

Jiwa kepemimpinannya sa­ma sekali tidak ada. Yang nam­pak hanya kebencian, keserakahan, fitnah dan sikap membangun kelompok kepen­tingan. Dalam pengakuannya pekan kemarin kepada Siwalima di kam­pus, sejumlah mahasiswa, dosen dan pegawai mengaku tak sudi lagi Fakultas Teknik dipimpin Hetharia.

Sebab selama ini dalam praktek kepemimpinannya, Hetharia kerap membangun  kelompok kepentingan dan cenderung lebih banyak memprioritaskan  pengembangan jurusan teknik perkapalan ketimbang program-program studi lainnya.

“Beliau itu bagi saya stop jadi dekan. Hanya menyusahkan keluarga besar Fakultas Teknik. Coba ditelusuri, apakah selama memimpin fakultas ini, ada kemajuan, kan tidak ada. Yang ada hanya menyusahkan kami, mahasiswa. Saya ini hampir lima tahun bolak balik konsultas skripsi, kalau tiba di tangan beliau susah dikembalikan. Makan bulan bahkan tahun. Kasihan kami,” ungkap salah satu mahasiswa yang enggan dikorankan.

Baca Juga: Kader PDIP: Pernyataan Tedong Pendapat Pribadi Bitto Temmar

Sumber lainnya datang dari sejumlah dosen di fakultas itu mengaku, Hetharia lebih banyak mengembangkan jurusan teknik perkapalan, sementara prodi-prodi lainnya seperti teknik mesin, perencanaan wilayah kota, teknik sipil, teknik sistem perkapalan dan teknik industri terbengkalai.

“Kalau pimpinan fakultas seperti ini, mau jadi apa dengan lembaga ini. Ya, semoga Fakultas Teknik kedepannya lebih baik dan dipimpin oleh orang yang punya kemampuan mumpuni membangun lembaga ini,” ujar sumber.

Menurut sumber itu, ketidakmampuan Hertaria dapat dibuktikan dengan pengembangan sejumlah program studi. Semenjak yang bersangkutan memimpin teknik, prodi-prodi tertentu tidak jelas juntrungannya dan tidak bisa lagi menerima mahasiswa.

“Jadi, ada minat dari Prodi Teknik Mesin, Teknik Informatika dan Teknik Elektro sudah enam tahun dibentuk. Kasihan, dua tahun belakangan sudah tidak bisa menerima mahsiswa lagi  karena status prodinya tidak jelas. Sementara jurusan perkapalan dalam waktu relatif singkat bisa mengorbitkan program studi baru yakni prodi transportasi laut. Hal lain yang tak kalah pentingnya, pegawai dalam hal ini tenaga teknisi maupun laboran dari berbagai laboratorium di fakultas tidak pernah diikutkan dalam berbagai pelatihan seperti layaknya mereka pada kepemimpinan dekan sebelumnya. Jadi intinya mahasiswa, dosen termasuk pegawai dirugikan, sebab skill dan bakatnya terpangkas selama masa kepemimpinan Hetharia ini,” jelasnya.

Informasi lainnya, ruang gerak mahasiswa sangat terkesan dijajah. Bahkan ada begitu banyak mahasiswa yang terbengkalai penulisan skripsinya. Bayangkan saja, meski sudah lolos diperiksa oleh pembimbing maupun penguji, tapi ketika sampai di tangan Hetharia selaku dekan, skripsi itu dianulir dan kembalikan dengan alasan pembetulan tanpa memberikan catata pembetulannya apa.

Lebih parah lagi, ada begitu banyak mahasiswa yang sudah beberapa tahun wisuda, tapi ijazahnya tidak bisa diambil akibat harus menunggu perubahan sesuai keinginan Hetharia.

Sadis lagi, terkadang Hetharia bertindak arogan dengan melancarkan tamparan atau bahkan tendangan terhadap mahasiswa yang kebetulan tidak disukainya. “Orang ini kan aneh. Mungkin gangguan kejiawaan. Saya kira kalau bikin penelitian di lembaga perguruan tinggi, Hetharia ini pasti disebut dosen yang punya kelainan. Tapi kami optimis, Fakultas Teknik kedepannya pasti punya pemimpin yang labih baik lagi dari yang bersangkutan,” ujarnya.

Sivitas akademika Fakultas Teknik Unpatti menghimbau kepada senat fakultas untuk nantinya saat hendak memilih dekan periode 2021-2025, yang terpilih adalah sosok yang mampu mengayomi lembaga Fakultas Teknik.

Mereka berharap semua kendala yang sangat tidak mendukung berkembangnya fakultas ini berhenti sampai di kepemimpinan Hetharia. Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik, Wolter Robert Hetharia yang dikonfirmasi melalui telepon se­lulernya tidak berhasil lantaran berada di luar service area. (S-32)