AMBON, Siwalimanews – Seorang bocah berumur delapan tahun di Namlea Kabupaten Buru ditemukan tewas setelah dua hari hilang. Warga Desa Kaki Air Keca­matan Teluk Kayeli itu hilang saat se­dang mandi di kaki air Sungai Waeapo Rabu (14/10).

Diduga kuat bocah perempuan tersebut tewas diterkam bua­ya. Beruntung jasad korban ditemukan masih utuh tapi tidak didalam perut buaya. Meski begitu seekor buaya sempat ditangkap dan dibelah perut oleh warga setempat untuk me­mastikan apakah korban telah ditelan oleh reptil berbahaya tersebut.

Kades Kaki Air, Rahmawati Dafrulla kepada wartawan di Namlea Jumat (15/10), menjelaskan, korban ditemukan sudah meninggal pada Jumat dini hari sekitar pukul 03.00 WIT oleh orang tua kandungnya dan warga yang melakukan pen­carian.

Rahmawati mengaku saat penca­rian menggunakan speadboat, sem­pat ditemukan seekor buaya beruku­ran besar. Warga yang melakukan pencarian berhasil menangkap dan menembak mati buaya yang dicu­rigai menerkam korban.

Perut buaya dibelah warga tapi tidak ditemukan jasad korban, sehingga warga yakin korban masih ada tersimpan di suatu tempat dan belum jadi santapan buaya. Menurut Rahmawati, orang tua korban dan juga warga sangat yakin kalau anaknya berada di sekitar lokasi saat buaya pertamakali ditemukan dan ditembak mati. Akhirnya fokus pencarian terpusat di lokasi tersebut dan korban ditemukan pukul 03.00 WIT.

Baca Juga: TMMD 112, Ajang Akselerasi Membangun Negeri

“Korban ditemukan sudah meninggal. Pada tubuh korban ada luka gigitan di kaki dan luka cakaran di dada,” beber Rahmawati.

Untuk diketahui, pada Rabu (14/10), sekitar pukul 15.30 WIT, korban bersama tujuh temannya berenang di kali kaki air Waeapo, tepat di depan rumah Dedy Suardi. Saat itu air surut, sehingga para bocah itu bermain sepuas-puasnya.

Berselang kemudian, ada empat bocah yang naik ke darat dan hanya korban  bersama tiga rekan sebaya, dua perempuan dan satu laki-laki terus bermain. Tiba-tiba saja datang seekor buaya yang  langsung menerkam korban

Menyaksikan korban dibawa bua­ya, teman-teman korban yang ikut menyaksikan peristiwa naas terse­but sontak berteriak minta tolong sehingga mengagetkan warga. Na­mun saat warga hendak menolong, buaya yang membawa korban sudah raib dari tempat kejadian perkara.

Tiga bocah yang tidak menjadi korban ini kepada warga Desa Kaki Air menceritakan melihat korban dipeluk buaya dan langsung dibawa pergi menjauh ke kali di kawasan RT 03 Desa Kaki Air. (S-31)