NAMROLE, Siwalimanews – Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa meletakan batu penjuru pembangunan gereja pusat GPM Klasis Buru Selatan  dan gereja pusat Katolik.

Peletakan batu penjuru pada kedua gereja pusat itu diawali dengan ibadah di lokasi pembangunan yang dipimpin Pendeta Siska Pattipawae, sementara di Katolik di pimpin oleh Wakil Sekretaris Keuskupan Amboina, Pastor Vikjen.

Ketua Panitia Pembangunan, Melkior Solissa dalam laporannya menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi terkait nama kedua gereja tersebut sudah disetujui oleh masing-masing pimpinan, baik Keuskupan Amboina maupun Sinode GPM.

“Nama gereja untuk GPM pusat yaitu Gereja Kait Wait, sedangkan untuk Katolik yakni Hati Kudus Yesus,” ucap Solissa.

Selain dibangun kedua gereja tersebut kata Solissa, lokasi itu juga dicanangkan sebagai lokasi pembangunan keumatan yang akan dibangun berbagai fasilitas keagamaan.

Baca Juga: Polda Utus Tim Propam ke Tamilouw

“Alokasi anggaran untuk Gereja Kait Wait sebesar Rp 20 milyar dan akan dibangun fasilitas sekretariat lembaga pesparawi, pastori, dan  fasilitas bangunan keumatan lainnya. Untuk Gereja Hati Kudus Yesus dianggarkan Rp 15 milyar dan akan dibangun sekretariat lembaga Pesparani, rumah Pastoran, dan fasilitas keumatan lainnya. Pembangunan ini akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keuangan daerah,” tandasnya.

Sementara Bupati Safitri Malik dalam sambutannya berharap, peristiwa bersejarah ini akan menghilangkan justice semua orang yang selalu mengatakan, bahwa masyarakat Bursel adalah masyarakat yang termarjinalkan.

“Saya tidak ingin orang Bursel ditermarjinalkan, untuk itu saya berupaya ditengah keterbatasan yang ada, sehingga peristiwa bersejarah ini bisa terjadi. Peristiwa bersejarah ini menandakan kehidupan Kait Wait ini masih ada dalam toleransi kehidupan masyarakat Bursel,” ucap Bupati.

Ia mengaku, lokasi pembangunan dua gereja ini akan menjadi zona yang dicanangkan sebagai zona Kai Wait.

Pemda juga memfasilitasi pembangunan tempat ibadah di lokasi ini, sebagai sebuah kekuatan sosial yang perlu dieratkan sebagai bentuk silaturahmi dan toleransi umat beragama yang ada di Bursel.

“Semua ini bagian dari bagaimana merealisasikan visi dan misi Bupati dan Wabup dalam rangka menjaga silaturahmi seluruh umat di kabupaten ini,” papar Bupati.

Menurutnya, pemda memfasilitasi pembangunan tempat-tempat ibadah dikawasan ini dilatarbelakangi beberapa prespektif pikir yakni, menjadi wadah pelestarian Budaya Kai-Wait sebagai sebuah kekuatan nilai sosial yang sudah melembaga dan menjadi gaya hidup yang perlu untuk dibudayakan untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama orang basudara di Negeri Fuka Bupolo ini.

“Pemda telah menunjukan keprihatinan dalam pembangunan serta pengembangan spiritual dan religiusitas masyarakat Bursel dengan membangun tempat-tempat ibadah ini, maka kini giliran masyarakat, dan kiranya dalam peristiwa bersejarah ini umat Kristiani yang ada di Bursel semakin beriman dan bertakwa kepada Tuhan dan dapat mewujudkan iman dalam tindakan dan perbuatan nyata, meskipun sekecil apapun tentu menjadi sumbangan nyata dalam membangun Bursel,” harap Bupati. (S-35)