NAMROLE, Siwalimanews – Setelah dilantik Oleh Gubernur Maluku pada 22 Juni 2021 kemarin, Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan Safitri Malik Soulisa dan Gerson Eliaser Selsily menjalani pengukuhan adat yang digelar di auditorium Kantor Bupati, Sabtu (26/6).

Proses pengukuhan itu diawali dengan penjemputan bupati dan wabup oleh para tokoh adat bersama sejumlah pimpinan OPD, tokoh masyarakat menuju ke rumah tua Solissa di Desa Fatmite, untuk berdoa baru kemudian keduanya menuju kantor bupati.

Setibanya di Kantor Bupati, pasangan yang dikenal dengan jargon SMS GES ini disambut oleh tua tua adat. Keduanya kemudian beristirahat sejenak, sebelum menuju ke auditorium tempat pengukuhan.

Sementara di auditorium sudah berkumpul, tokoh-tokoh adat dari 24 marga, 4 Raja Rehenshap, yaitu Raja Rehenshap Masarete, Waesama, Ambalau dan Raja Fogi, Magugul Mual, Masbait, Wakolo dan Magugul Nalbesi, Geba Puji, serta pimpinan partai politik, pimpinan dan anggota DPRD serta Forkopimda Bursel.

Matgugul Masbait, Yontes Masbait, yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan arahan berharap, pemerintahan yang baru ini dapat terus memperhatikan para tokoh adat seperti yang sudah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya.

Baca Juga: Sukseskan Program Nasional, Aru Dijatahi 2.600 Dosis Vaksin

“Kita juga berharap, pemerintahan ini dapat menghadiri kegiatan-kegiatan adat yang nantinya dilaksanakan oleh semua tokoh-tokoh ada di Bursel,” harapnya.

Tak hanya itu, Masbait juga meminta agar para tokoh adat di Bursel dapat disediakan sebuah mobil yang nantinya digunakan oleh mereka saat melakukan pengurusan di Kota Namrole.

“Kami ingin Bupati dan Wakil Bupati bangun rumah adat serta sediakan satu mobil untuk kami supaya dapat digunakan ketika melakukan pengurusan ke ibu kota kabupten,” pintanya.

Mantan Bupati Bursel Tagop Sudarsono Soulisa dalam sambutanya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan para tua-tua adat yang telah menopang pemerintahannya bersama almarhum Wakil Bupati, Buce Ayub Seleky.

“Katong boleh berbeda tapi satu tujuan saja, yakni untuk kesejahteraan masyarakat Bursel. Terima kasih kepada tua -tua adat yang sudah jadi pelindung dan payung bagi masyarakat, jadi payung bgi pemerintahan saya bersama almarhum Wabup selama 10 tahun,” ucap Tagop.

Ia berjanji akan menjadi jembatan penghubung bagi masyarakat Bursel, dengan Bupati Safitri Malik Soulisa dan Wabup, Gerson Eliaser Selsily.

Wabup Bursel Gerson Eliaser Selsily pada kesmepatan itu meyakini, pemerintahannya bersama Safitri Malik Soulisa diberkati oleh Tuhan dan direstui oleh para tuan negeri Fuka Bipolo dan didukung oleh masyarakat, sehingga Bursel akan semakin sejahtera.

“Dengan didukung oleh semua elemen, semoga kami dapat mengaplikasikan visi misi kami, dalam rangka upaya percepatan pembangunan disegala bidang yang akhirnya dapat dirasakan oleh masyarakat Bursel,” ucapnya.

Ia menghimbau kepada ASN di Pemkab Bursel untuk terus meningkatkan kinerja agar dapat mengatasi kemaslahatan masyarakat. Ia juga berjanji akan mempercepat legalitas perda adat yang nantinya mengatur hak-hak adat, termasuk kebutuhan adat di kabupaten ini.

“Kami akan percepat pengesahan Perda Adat untuk melindungi masyarakat adat di Bursel,” janjinya. (S-35)