MASOHI, Siwalimanews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Maluku Tengah  mengirim tim reaksi cepat guna mendata kerusakan dampak gempa 5.9 SR, di Desa Sawai dan Wahai.

Kepala BPBD Malteng Latief Key yang dikonfirmasi Siwalimanews, Kamis (4/5) mengaku, pihaknya telah mengirim tim pasca gempa terjadi siang tadi.

“Kita sudah mngirim tim ke lokasi titik gempa di Sawai dan Wahai untuk melakukan pendataan kerusakan serta kebutuhan darurat bagi warga yang terdampak,” ucap Key.

Tim yang diturunkan kata Key, akan segera mengirim data sementara, baik menyangkut kerusakan, korban serta kebutuhan warga akibat gempa tersebut.

“Kita belum dapat menghimpun data sementara dari wilayah disana. Data yang beredar di madia sosial tidak dapat kita ambil untuk digunakan sebagai data BPBD. Kami tidak mau berspekulasi soal data, sebab data lapangan yang kita gunakan,” tuturnya.

Baca Juga: Sandiaga: UMKM Penopang Bangkitnya Ekonomi Indonesia  

Meski demikian Key mengaku, dari laporan sementara yang dihimpun BPBD Malteng di wilayah yang terdampak langsung, dijelaskan ada kerusakan, namun jenis kerusakan ringan, berat atau sedang, hasilnya akan menunggu assessment tim di lapangan.

“Kalau kerusakan pasti ada. Informasi yang diperoleh ada kerusakan, tetapi itu tidak valid. Kita tunggu saja hasil kerja tim di lapangan,” tandasnya.

Sementara itu berdasarkan data yang berhasil dihimpun Siwalimanews dari berbagai sumber menyebutkan, kerusakan akibat gempa 5.9 SR yang menguncang Kabupaten Malteng, Kamis (4/11) siang mengakibatkan 17 rumahalami kerusakan.

Jenis kerusakan pun bervariasi, mulai dari dinding rumah retak hingga roboh di wilayah Desa Sawai, Kecamatan Seram Utara. Untuk korban jiwa tidak ada, namun demikian jalan dalam desa itu juga dilaporkan mengalami keretakan hingga puluhan meter. (S-36)