NAMLEA, Siwalimanews – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Iqra Buru meminta Plt Kadis Pertanian Nuraini Warhangan yang adalah adik Bupati Buru dicopot dari jabatannya.

Pasalnya saat menjabat sebagai Plt Kadistan adik bupati ini menarik sejumlah peralatan pertanian bantuan pemda dari para petani di dataean Waeapo seperti mesin operasional pangan serta mesin panen padi.

Desakan mencopot Nuraini Warhangan dari jabatan itu disampaikan BEM Fekon Uniqbu  saat melakukan aksi unjukrasa di Gedung DPRD Buru, Kamis (24/6).

Koordinator aksi Nasrun Buton dalam orasinya mengatakan, tujuan dari aksi yang dilakukan mereka ini untuk mengevaluasi kinerja Kadis Pertanian, lantaran menarik sejumlah peralatan pertanian yang merupakan bantuan pemda dari para petani.

“Kami minta Kadis Pertanian dipanggil. Kalau bisa dicopot dari jabatannya, karena kinerjanya dinilai kurang bagus, sebab secara sepihak telah menarik beberapa mesin panen dari petani yang ada di dataran Waeapo,” ucap Nasrun dalam orasinya.

Baca Juga: DPD GANN Maluku Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Tehoru

Bahkan Nasrun menuding, kebijakan Plt Kadistan itu dinilai tidak berpihak terhadap rakyat, lebih khusus lagi petani di dataran Waepao.

Menanggapi aksi itu, Ketua DPRD Kabupaten Buru, M Rum Soplestuny mengatakan, DPRD tidak punya kewenangan untuk mencopot jabatan Plt Kadistan, namun ia berjanji DPRD akan memanggil yang bersangkutan untuk mempertanyakan kebijakan penarikan mesin-mesin tersebut.

Kewenangan pencopotan itu sepenuhnya ada di pemda dan itu kewenanganya ada pada bupati.

“Namun karena ini masalah keumatan dan berdampak pada hasil daerah maka kita perlu sikapi secara politis dan sesuai fungsi, mungkin satu atau dua hari ini kami akan panggil kadis beserta staffnya, terkait dengan masalah yang terjadi,” janji Rum.(S-31)