AMBON, Siwalimanews – Satgas Covid-19 Maluku memastikan sampai dengan hari ini tercatat sudah 3144 tenaga medis dan pejabat yang menerima vaksin.

Jumlah tenaga medis dan pejabat pulik yang mendapatkan vaksinasi terbanyak ada di Kota Ambon yakni 1908 orang, Kabupaten Seram Bagian Barat 312 orang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar 174 orang.

Kemudian Kabupaten Kepulauan Aru 358 orang, Kabupaten Maluku Tengah 136 orang, Kota Tual 43 orang, Kabupaten Maluku Tenggara 192 orang dan Kabupaten Maluku Barat Daya 21 orang.

“Vaksinasi dimulai sejak tanggal 15 Januari sampai dengan tanggal 1 Februari tercatat tenaga medis dan pejabat publik disunti vaksin Sinovac 3144 orang,” kata Jubir Satgas Covid-19 Maluku, Dony Rerung kepada Siwalima, Selasa (2/2).

Dikatakan setelah dilaunching tanggal 15 Januari, hanya pejabat tinggi Maluku dan Kota Ambon yang di vaksin kemudian pada tanggal 27 Januari vaksinasi dilakukan di Kabupaten SBB, KKT, Kepulauan Aru dan Maltreng.

Baca Juga: Mahasiswa tak Bermasker Tolak Dirapid

Selanjutnya vaksinasi pada tanggal 28 Januari dilakukan di Kabupaten Maluku Tenggara dan Maluku Tenggara Barat, kemudian tanggal 30 Januari baru dilakukan vaksinasi di Kota Tual.

Secara umum baru 7 kabupaten kota melaporkan proses vaksinasi ke satgas provinsi, sedangkan untuk Kabupaten Buru memang sudah melakukan penyuntikan tetapi belum di lapor,” jelas Rerung.

Diakui memang ada dua kabupaten yang sampai saat ini belum proses vaksinasi yakni Kabupaten Buru Selatan dan Kabupaten Seram Bagian Timur.

“Bursel dan Seram Bagian Timur belum berproses. Informasi dari Seram Bagian Timur bahwa malam ini, vaksin didistribusikan ke daerah terluar. Rencana vaksinasi perdana pada tanggal 4 Februari sedangkan Kabupaten Bursel belum bisa dikonfirmasi,” tandasnya.

Tokoh Agama

Diberitakan sebelumnya, vaksinasi tahap kedua, tadi pagi (29/1) dilaksanakan di RSUP J Leimena, Wailela, Ambon. Umumnya mereka yang menerima vaksin tahap dua, sudah lebih dahulu divaksin tahap pertama pada Jumat (15/1) lalu.

Gubernur Maluku Murad Ismail, Pangdam XVI Pattimura serta Forkopimda Maluku, tercatat sebagai penerima vaksin tahap kedua.

Sekda Maluku, Kasrul Selang mengatakan, jumlah mereka yang terdaftar untuk ikut vaksin tahap kedua seluruhnya berjumlah 24 orang, termasuk tokoh agama. Namun tambahnya, hanya 21 orang yang hadir, karena 3 lainnya berhalangan dengan alasan.

Dari 21 orang yang terdaftar menerima vaksin tahap kedua, satu diantaranya dinyatakan terpapar. Adapun identitas penerima vaksin yang terpapar itu masih disembunyikan oleh pihak Satgas Covid-19 Maluku, dengan alasan yang tidak jelas.

Sumber Siwalima di RS Leimena mengatakan, satu orang yang dinyatakan positif covid itu adalah tokoh agama. Kendati begitu, sumber itu enggan membuka siapa tokoh agama dimaksud.

Kasrul membenarkan satu tokoh agama dinyatakan positif covid, pasca divaksin tahap kedua. “Benar dia pejabat publik, identitasnya masih kita rahasiakan. Sekarang sudah diisolasi di RSUP Leimena,” tandas dia.

Walau demikian, Kasrul tidak memberikan alasan jelas, menga­pa tak mau membeberkan nama tokoh agama itu ke publik. (S-39)